Relokasi Warga TPU Kebon Nanas Wujud Penataan Kota yang Kedepankan Aspek Kemanusiaan

AKURAT.CO Relokasi warga yang menempati kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, menjadi langkah yang tepat untuk menertibkan fungsi ruang publik, sekaligus memberikan hunian yang lebih layak bagi warga Jakarta.
Penataan kawasan TPU berjalan seiring dengan solusi sosial yang manusiawi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, sudah berada di jalur yang benar dengan menyiapkan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) sebagai lokasi relokasi.
"TPU memiliki fungsi khusus yang tidak bisa bercampur dengan permukiman. Relokasi ke rusunawa merupakan solusi yang adil karena warga tetap mendapatkan tempat tinggal yang layak," kata Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto, saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga: Komisi V DPR Dorong Percepatan Relokasi Huntap Pascabencana
Dia juga mengapresiasi kesediaan warga untuk direlokasi. Berdasarkan data, sebanyak 77 kepala keluarga (KK) yang selama ini menempati kawasan TPU Kebon Nanas menyatakan bersedia pindah ke Rusunawa Pulo Gebang.
Menurutnya, kesediaan warga menunjukkan adanya kepercayaan terhadap pemerintah. Namun, dia mengingatkan agar proses relokasi dilakukan secara transparan dan berkelanjutan, termasuk memastikan akses pekerjaan, pendidikan, dan layanan dasar di lokasi baru.
Baca Juga: Pemerintah Harus Segera Cari Lahan Aman untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana Sumatera
"Relokasi tidak boleh berhenti pada pemindahan fisik semata. Pemerintah harus menjamin keberlanjutan hidup warga setelah menempati rusunawa," ujarnya.
Sugiyanto berharap, relokasi ini dapat menjadi contoh penataan kawasan lain di Jakarta yang masih menghadapi persoalan serupa, dengan mengedepankan ketertiban kota tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
"Keputusan memindahkan warga ke tempat yang layak dari kuburan ke rusunawa itu sangat bagus," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







