Akurat
Pemprov Sumsel

Safari Ramadhan di Banyuasin, Herman Deru Serahkan Santunan dan Soroti Infrastruktur hingga ODOL

Saeful Anwar | 1 Maret 2026, 22:14 WIB
Safari Ramadhan di Banyuasin, Herman Deru Serahkan Santunan dan Soroti Infrastruktur hingga ODOL
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru.

AKURAT.CO Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menghadiri Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah bersama Bupati Banyuasin Askolani dan jajaran Forkopimda di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Minggu (1/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sumsel yang bersilaturahmi dengan masyarakat Banyuasin. Ia bersyukur daerahnya tetap kondusif meskipun memiliki masyarakat yang majemuk.

“Walaupun masyarakat majemuk, tetap guyub dan bersatu bersama-sama,” ujarnya.

Askolani mengungkapkan sektor pertanian di Banyuasin menunjukkan peningkatan produksi signifikan. Bahkan, Banyuasin meraih predikat produktivitas pangan tertinggi secara nasional.

Namun, sebagai kabupaten terluas dengan jumlah penduduk terbesar di Sumsel, Banyuasin masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama di bidang infrastruktur.

“Persoalan Banyuasin tidak hanya jalan dan jembatan, tetapi juga air bersih PDAM serta jalan negara. Karena keterbatasan, kami banyak meminta bantuan kepada Bapak Gubernur,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan kemacetan dan mengapresiasi solusi pembangunan jalan tol dari Keramasan hingga Suak Tape untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

Askolani pun berterima kasih atas dukungan Pemprov Sumsel, khususnya pada 2025, ketika sejumlah proyek jalan dan jembatan mendapat bantuan provinsi.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, 9 Tewas dan Puluhan Luka

Sementara itu, Herman Deru menilai Safari Ramadhan memiliki nilai lebih karena menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Safari Ramadhan ini memiliki nilai tambahan, yaitu silaturahmi yang tidak didapat seperti berbuka puasa di rumah,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepala daerah untuk memahami persoalan masyarakat, terlebih di Banyuasin yang memiliki latar belakang adat dan budaya yang beragam.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam mengelola pembangunan daerah.

“Kepala daerah itu lebih dari ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan wilayah. Karena itu diperlukan sinergi dengan Pemprov,” katanya.

Herman Deru mengapresiasi capaian Banyuasin sebagai daerah dengan produktivitas pangan tertinggi secara nasional. Ia mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi tersebut bukan perkara mudah.

“Meraihnya sulit dan mempertahankannya lebih sulit. Predikat ini tidak boleh bergeser, terutama dengan perhatian serius kepada petani,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi tantangan besar, terutama akibat maraknya kendaraan over dimension dan over load (ODOL).

“Infrastruktur menjadi persoalan. Salah satu pemicunya adalah ODOL, sehingga kita di daerah kesulitan,” jelasnya.

Menurutnya, akibat kendaraan ODOL, anggaran daerah lebih banyak terserap untuk pemeliharaan jalan rusak dibandingkan pembangunan infrastruktur baru.

“Karena ODOL, kita lebih banyak memelihara yang rusak, sehingga sulit membangun yang baru,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa bupati merupakan tempat masyarakat mengadu.

Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

Ia berharap kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang terjalin dalam Safari Ramadhan dapat terus terjaga demi kemajuan Sumatera Selatan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.