Penerbangan Tak Terganggu, Rano Karno Dijadwalkan Pulang dari Umrah Besok

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, dipastikan akan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal usai menunaikan ibadah umrah di Mekkah. Jadwal kepulangan Rano Karno sejauh ini tidak mengalami perubahan, meski terdapat pembatalan sejumlah penerbangan.
"Insya Allah tetap sesuai jadwal. Rencana Pak Wagub Rano Karno pulang besok. (Penerbangan) masih dinamis. Sejauh ini yang dicancel pesawat-pesawat yang transit. Alhamdulillah pesawat kami langsung tidak transit. Bismillah," kata Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Kesejahteraan Rakyat, Beno, Senin (2/3/2026).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta terus memantau perkembangan jadwal penerbangan untuk memastikan kepulangan Wakil Gubernur berjalan lancar.
Baca Juga: Muzani: Jika Prabowo Berhasil Jadi Mediator Iran-AS-Israel, Itu Membanggakan Indonesia
Sebelumnya, serangan Iran menggunakan rudal balistik dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA) telah menimbulkan kerusakan di Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Abu Dhabi (AUH), serta memicu penangguhan ribuan penerbangan internasional. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel yang semakin memanas di kawasan Teluk.
Otoritas UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar serangan. Sebanyak 137 rudal dan 209 drone diluncurkan Iran, namun beberapa puing berhasil jatuh dan menimbulkan kerusakan ringan pada fasilitas sipil. Meski demikian, beberapa korban tewas dan luka-luka dilaporkan.
Akibat serangan dan penutupan ruang udara UEA, seluruh operasi penerbangan di Dubai dan Abu Dhabi dihentikan sementara. Maskapai besar seperti Emirates dan flydubai menunda atau membatalkan jadwal penerbangan, sementara ribuan penumpang mengalami penundaan dan pembatalan perjalanan internasional. Otoritas bandara mengimbau penumpang untuk tidak datang ke bandara hingga situasi dianggap aman.
Gangguan ini terjadi karena meningkatnya risiko keamanan di wilayah Teluk akibat eskalasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang membuat banyak negara Teluk menutup ruang udara mereka sebagai tindakan pencegahan keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








