Akurat
Pemprov Sumsel

Jakarta Makin Padat, Dharma Jaya Mau Pindahkan RPH dari Cakung ke Tangerang

Okto Rizki Alpino | 6 Maret 2026, 04:49 WIB
Jakarta Makin Padat, Dharma Jaya Mau Pindahkan RPH dari Cakung ke Tangerang
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Perumda Dharma Jaya berencana memindahkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) dari Cakung, Jakarta Timur, ke kawasan Ciangir, Tangerang. Pemindahan ini dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daging di Jakarta.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan pemindahan ini karena kondisi Jakarta yang semakin padat sehingga kurang ideal untuk pengembangan fasilitas peternakan berskala besar.

"Di sana nanti juga akan ada rumah potong hewan dan cold storage. Rumah potong hewan yang saat ini ada di Cakung kemungkinan, ini masih rencana, akan dipindahkan ke Ciangir," kata Raditya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Urai Kemacetan, DPRD Jakarta Minta Pelebaran Jalan Fatmawati Dikawal Serius

Menurut dia, lokasi Ciangir dinilai lebih ideal karena berada jauh dari kawasan permukiman, sehingga lebih mendukung operasional fasilitas peternakan dan pengolahan daging dalam skala besar.

Raditya menuturkan lahan yang disiapkan di Ciangir memiliki luas sekitar 100 hektare. Namun, sekitar 20 hektare dari total lahan tersebut saat ini telah digunakan oleh lembaga pemasyarakatan.

"Lahan di Ciangir itu luasnya sekitar 100 hektare. Namun dari 100 hektare tersebut, 20 hektare sudah digunakan oleh lapas. Saya lupa namanya, Lapas Ciangir. Tetapi lapas tersebut adalah lapas asimilasi, jadi bukan lapas dengan jeruji atau sel seperti biasanya," ujarnya.

Dia menjelaskan, warga binaan di lapas tersebut umumnya telah mendekati masa bebas dan mengikuti program pembinaan melalui kegiatan produktif seperti bercocok tanam dan beternak.

"Para warga binaan di sana sebagian besar sudah mendekati masa bebas. Mereka bercocok tanam dan juga beternak di sana. Bahkan ada yang sudah merasa nyaman tinggal di sana karena sudah bekerja dan beraktivitas, bahkan ada yang sampai berkeluarga di sana," ucapnya.

Dari total lahan yang tersedia, sekitar 70 hektare masih dapat dimanfaatkan. Namun Dharma Jaya memperkirakan hanya membutuhkan sekitar 40 hektare untuk pembangunan fasilitas peternakan.

Baca Juga: Menkomdigi Sidak Kantor Meta di Jakarta, Soroti Rendahnya Penanganan Konten Judi Online dan Disinformasi

"Sebenarnya kita tidak membutuhkan seluruh 70 hektare tersebut. Kira-kira kita hanya membutuhkan sekitar 40 hektare," katanya.

Pada tahap awal pembangunan, Dharma Jaya akan membangun kandang sapi serta fasilitas pendukung seperti gudang pakan dan pengolahan pakan. Ke depan, kawasan tersebut ditargetkan menjadi pusat peternakan dan pengolahan daging yang terintegrasi.

"Jadi nanti di Ciangir akan dibangun kandang terlebih dahulu, beserta gudang pakan dan fasilitas pengolahan pakan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.