DLH Jakarta Minta Pengiriman Sampah ke TPST Bantar Gebang Ditunda

AKURAT.CO Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta masih terus mengevakuasi korban dan menstabilkan area longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.
Atas kejadian ini, Kepala DLH Jakarta, Asep Kuswanto, meminta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di seluruh wilayah Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.
"Pemprov Jakarta berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman," kata Asep, dikutip Senin (9/3/2026).
Baca Juga: TPST Bantar Gebang Sudah Penuh, Pemprov Jakarta Tidak Bisa Lagi Andalkan Strategi Tambal Sulam
Meski demikian, DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta, sementara dua titik lainnya masih dalam tahap perapihan.
Selain evakuasi, DLH juga melakukan langkah stabilisasi area untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar struktur timbunan kembali aman bagi aktivitas di TPST Bantargebang.
"Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mengaktifkan operasi tanggap darurat setelah longsor terjadi di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: Longsor TPST Bantargebang Makan Korban Jiwa, Pemprov Jakarta Lakukan Operasi Tanggap Darurat
Operasi penanganan melibatkan tim gabungan dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang. Asep memimpin langsung proses tanggap darurat di lokasi.
Berdasarkan data sementara, peristiwa longsor itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Mereka adalah Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno, pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat serta Endah Widayati (25) yang bekerja sebagai pemulung.
Selain korban meninggal, satu pengemudi truk dari Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet mengalami luka ringan. Petugas segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat dan kini telah diperbolehkan pulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






