Akurat
Pemprov Sumsel

Distribusi MBG di Gandus Harus Lewati Sungai Musi dan Jalan Berlumpur

Moehamad Dheny Permana | 9 Maret 2026, 16:44 WIB
Distribusi MBG di Gandus Harus Lewati Sungai Musi dan Jalan Berlumpur
Tim SPPG Gandus, Palembang, harus menghadapi berbagai tantangan medan setiap hari demi memastikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai kepada para penerima manfaat.

AKURAT.CO Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gandus, Palembang, harus menghadapi berbagai tantangan medan setiap hari demi memastikan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) sampai kepada para penerima manfaat.

Proses distribusi makanan bergizi tersebut dilakukan dengan menempuh jalur sungai menggunakan perahu kecil, menyusuri arus Sungai Musi, serta melewati jalan tanah yang berlumpur dan rusak.

Kepala SPPG Gandus, Deni Rahmadi Putra, menjelaskan dapur MBG yang dipimpinnya telah beroperasi sejak 23 September 2025 dan hingga kini melayani sekitar 3.022 penerima manfaat.

Sebagian penerima manfaat berada di wilayah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur sungai.

“Terdapat tiga sekolah yang harus kami layani melalui jalur sungai, yaitu SD 153, SD 152, dan SD 154. Selain itu juga ada posyandu di wilayah seberang,” ujar Deni saat ditemui di dermaga Sungai Musi, Palembang, Senin (9/3/2026).

Untuk menjangkau wilayah tersebut, makanan bergizi diangkut menggunakan perahu atau getek menyusuri aliran sungai. Namun perjalanan ini tidak selalu mudah.

Saat air pasang, ombak sungai sering kali cukup kuat sehingga memengaruhi stabilitas ompreng atau wadah makanan yang dibawa di atas perahu.

Tantangan lainnya datang dari akses menuju dermaga yang masih berupa jalan tanah. Ketika hujan turun, jalan menjadi licin sehingga kendaraan kerap kesulitan melintas.

“Kalau baru saja hujan, jalannya pasti licin dan kendaraan sering kesulitan melintas,” kata Deni.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim SPPG Gandus tetap memastikan distribusi makanan berjalan setiap hari.

Menurut Deni, tugas tersebut bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami merasakan ini bukan hanya sebuah pekerjaan, melainkan sebuah arti. Arti kepedulian terhadap anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan seluruh penerima manfaat,” ujarnya.

Dalam proses distribusi melalui jalur sungai, SPPG Gandus juga melibatkan warga setempat sebagai pengemudi perahu.

Salah satunya adalah Rizal Efendi, warga Selat Punai, Kecamatan Gandus, yang setiap hari mengantar makanan MBG ke sekolah-sekolah di seberang sungai.

Baca Juga: FIFA Series: Dipanggil ke Timnas Indonesia, Marc Klok Bersiap dengan Filosofi Baru John Herdman

Rizal mengaku telah membantu distribusi MBG sejak sekitar September 2025 dan menjalankannya setiap hari kerja.

“Dengan adanya MBG ini saya merasa terbantu karena ada tambahan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rizal.

Selain memberikan tambahan penghasilan bagi warga yang terlibat dalam distribusi, program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh keluarga Rizal. Anak-anaknya yang masih bersekolah kini juga menerima makanan bergizi di sekolah.

“Menurut saya program ini bagus karena banyak membantu. Anak-anak juga terbantu karena mendapat makan di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak adanya program MBG, pengeluaran jajan anak-anaknya juga berkurang karena mereka sudah mendapatkan makanan di sekolah.

“Biasanya anak bisa jajan sampai sepuluh ribu rupiah, sekarang mungkin sekitar lima ribu saja karena sudah kenyang,” tuturnya.

Bagi para petugas di lapangan, perjalanan distribusi memang tidak selalu mudah. Namun komitmen untuk memastikan gizi sampai kepada anak-anak Indonesia tetap menjadi prioritas.

Di setiap perjalanan menyusuri Sungai Musi dan melewati jalan berlumpur, tersimpan harapan agar program MBG dapat terus menjangkau wilayah yang paling sulit sekalipun.

“Kami berharap SPPG Gandus dapat terus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” kata Deni.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.