Kasad Luncurkan 11 Jembatan Gantung di Aceh, Bagian dari 218 Jembatan yang Dibangun TNI

AKURAT.CO Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Maruli Simanjuntak, meluncurkan 11 jembatan perintis atau jembatan gantung yang dibangun TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Aceh.
Jembatan tersebut dibangun untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Aceh dalam beberapa waktu terakhir.
Sebanyak 11 jembatan gantung tersebut juga merupakan bagian dari total 218 jembatan yang berhasil dibangun TNI di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu sekitar 2,5 bulan.
Kasad menegaskan pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
“Jembatan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi simbol hadirnya negara untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian rakyat dapat pulih,” ujar Maruli, Selasa (10/3/2026).
Kasad Maruli Simanjuntak meluncurkan 11 jembatan perintis atau jembatan gantung yang dibangun TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Aceh.
Baca Juga: Puan Maharani: Eskalasi Konflik AS–Israel vs Iran Abaikan Kedaulatan Negara
Sebanyak 11 jembatan gantung itu dibangun di sejumlah daerah di Aceh, antara lain di Kabupaten Pidie Jaya tepatnya di Desa Ara dan Desa Blang Awe, kemudian di Kabupaten Aceh Utara yang meliputi Sungai Lhok Kuyun, Gampong Teungoh, dan Blang Teurekan.
Selain itu, jembatan juga dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang di Sungai Tamiang, Kabupaten Aceh Timur di Sungai Pante Kera, serta di Kabupaten Pidie tepatnya di Desa Baro Yaman.
Pembangunan juga dilakukan di Kabupaten Aceh Barat di kawasan Kajeung, Kabupaten Aceh Tenggara di Kali Alas, serta Kabupaten Aceh Tengah di Burni Bius.
Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat menjangkau berbagai fasilitas penting, seperti sekolah, pasar, layanan kesehatan, serta pusat kegiatan ekonomi.
Melalui program pembangunan jembatan ini, TNI AD berupaya membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






