PMI Salurkan Bantuan Tunai Rp1 Juta untuk 2.306 KK Korban Banjir di Tiga Provinsi

AKURAT.CO Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir melalui program Bantuan Non Tunai Multiguna.
Program ini ditujukan untuk membantu pemulihan ekonomi warga pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebanyak 2.306 kepala keluarga (KK) menerima bantuan tunai sebesar Rp1 juta per keluarga.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi PMI bersama pemerintah daerah guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI, Asmawi Syam, mengatakan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak pada sejumlah kecamatan dan desa serta mengganggu aktivitas dan mata pencaharian masyarakat.
“Bencana ini tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat,” kata Asmawi dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Sejak awal kejadian, PMI Pusat bersama PMI Provinsi Aceh dan PMI Kabupaten Aceh Tamiang, serta dukungan mitra Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, telah bergerak memberikan berbagai layanan kemanusiaan di wilayah terdampak.
Baca Juga: Menko Polkam: Pengamanan Mudik Tanggung Jawab Bersama
Layanan yang diberikan antara lain distribusi bantuan darurat, pelayanan kesehatan, penyediaan air bersih, hingga kegiatan pembersihan lingkungan yang melibatkan relawan dan masyarakat setempat.
Program bantuan tunai tersebut didukung oleh pendanaan dari Disaster Response Emergency Fund (DREF) milik International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
PMI berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, memperbaiki kebutuhan rumah tangga, serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan yang sama, PMI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, PT Pos Indonesia, relawan PMI, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan.
“PMI berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam misi kemanusiaan,” tutup Asmawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









