Akurat
Pemprov Sumsel

Program 'Mudik ke Jakarta' Dongkrak Wisata dan Belanja Saat Lebaran

Okto Rizki Alpino | 15 Maret 2026, 21:19 WIB
Program 'Mudik ke Jakarta' Dongkrak Wisata dan Belanja Saat Lebaran
Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Dwi Rio Sambodo (Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Program "Mudik ke Jakarta" yang diluncurkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dinilai menjadi strategi baru untuk menjaga denyut ekonomi Jakarta tetap bergerak selama libur Lebaran 2026.

Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menilai konsep ini menarik karena mencoba memanfaatkan momen ketika Jakarta biasanya ditinggalkan warganya yang pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, pendekatan ini berbeda dari pola mudik pada umumnya. Jika selama ini arus pergerakan orang identik dengan keluarnya warga dari Jakarta, justru pada program ini mengundang perantau yang memiliki kenangan dengan Jakarta untuk kembali datang sebagai wisatawan.

Baca Juga: Pemerintah Siagakan Layanan di Bandara hingga Pos Perbatasan Sambut Arus Mudik Pekerja Migran

"Selama ini Jakarta cenderung kosong saat Lebaran. Program ini mencoba membalik keadaan dengan mengajak para perantau yang punya hubungan emosional dengan Jakarta untuk kembali berkunjung," kata Rio saat dihubungi di Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Dia menilai potensi pasar dari program tersebut cukup besar, terutama dari kalangan keluarga perantau yang pernah tinggal atau bekerja di Jakarta. Mereka dinilai memiliki kedekatan emosional yang bisa menjadi pintu masuk untuk menarik kunjungan wisata.

Para pengunjung itu dapat diarahkan untuk menikmati berbagai fasilitas yang kini berkembang di Jakarta, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, hingga destinasi wisata yang terus bertambah.

Kendati demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada strategi promosi serta kreativitas dalam menyusun paket wisata. Tanpa pengemasan yang menarik, program tersebut dikhawatirkan tidak akan memberikan dampak signifikan.

"Programnya bagus, tetapi harus diikuti dengan promosi yang kuat dan paket wisata yang jelas. Kalau tidak, bisa saja hanya terdengar menarik di atas kertas," ujarnya.

Komisi B DPRD Jakarta, saat ini juga terus berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pelaku usaha untuk membahas potensi dampak ekonomi dari program tersebut. Salah satu hal yang didorong adalah adanya target yang terukur agar hasilnya bisa dievaluasi.

Baca Juga: PAN Berangkatkan 3.000 Pemudik dalam Program Mudik Ceria 2026

Dia mencontohkan indikator yang bisa digunakan antara lain peningkatan tingkat hunian hotel, lonjakan transaksi di pusat perbelanjaan, hingga jumlah wisatawan yang datang ke Jakarta selama periode libur Lebaran.

Di sisi lain, rencana pemberian potongan harga besar di sejumlah pusat perbelanjaan juga dinilai dapat menjadi magnet bagi wisatawan.

"Diskon besar tentu menjadi daya tarik. Bagi pengunjung, potongan harga sampai puluhan persen bisa menjadi alasan untuk datang dan berbelanja di Jakarta," ungkapnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.