Komisi B DPRD Jakarta Prihatin Masih Banyak Masyarakat Buang Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

AKURAT.CO Ketua Komisi B DPRD Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyoroti praktik pembuangan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati yang dinilai masih memprihatinkan. Menurut dia, persoalan sampah di pasar terbesar di Jakarta itu harus menjadi tanggung jawab bersama.
Dia mengimbau seluruh pihak, mulai dari konsumen, pedagang dan pelaku usaha lainnya ikut berperan dalam menjaga kebersihan pasar. Menurutnya, kenyamanan dan kesehatan lingkungan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola.
"Kami mengimbau seluruh pihak, baik konsumen maupun pemilik restoran dan lainnya, untuk bersama-sama menjaga kebersihan di wilayah Pasar Induk Kramat Jati," kata Nova, dikutip Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Hari Peduli Sampah Nasional, BSSMT Raih Penghargaan Lomba Kebersihan Tingkat Kota Tangerang
Dalam rapat kerja Komisi B bersama Perumda Pasar Jaya dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, terungkap masih ada pedagang maupun masyarakat yang membawa sampah dari luar, lalu membuangnya di kawasan pasar. Praktik tersebut dinilai memperparah beban sampah harian.
Menurut Nova, volume sampah di Pasar Induk Kramat Jati mencapai sekitar 200 ton per hari. Angka itu menunjukkan persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan sepihak.
"Yang paling penting, kelayakan kita sebagai konsumen harus terjaga. Dari sisi bau, kenyamanan, hingga higienitas, itu harus diperhatikan. Supaya konsumen nyaman berbelanja dan pedagang juga tetap sehat," tegasnya.
Dia menuturkan, menjaga kebersihan pasar bukan semata tugas pengelola, melainkan kewajiban bersama seluruh pihak yang beraktivitas di dalamnya. "Tanpa kesadaran kolektif, persoalan sampah akan terus berulang dan berdampak pada kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









