Fraksi PKS DPRD Jakarta Ingatkan Peserta Mudik Gratis Harus Masyarakat yang Membutuhkan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta untuk mengawasi dengan ketat program mudik gratis untuk Idulfitri 1.447 hijriah, sehingga para peserta yang menikmati program ini merupakan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, menilai program mudik gratis penting karena membantu warga yang ingin pulang kampung tetapi terbatas secara ekonomi. Baginya, mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan momen penting untuk berkumpul dengan keluarga saat hari raya.
Dia mengatakan, banyak warga yang setiap tahun ingin pulang ke daerah asal, namun harus mengurungkan niat karena biaya transportasi yang tinggi. Program mudik gratis, menurutnya, dapat menjadi solusi bagi yang membutuhkan.
Baca Juga: Program 'Mudik ke Jakarta' Dongkrak Wisata dan Belanja Saat Lebaran
"Program ini sangat berarti bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," kata Taufik kepada wartawan, Minggu (15/3/2026).
Kendati demikian, dia mengingatkan pemerintah daerah untuk memastikan mekanisme pendaftaran berjalan dengan baik. Dia menyoroti keterbatasan kuota yang kerap memicu persaingan ketat saat pendaftaran dibuka.
Selain itu, dia juga menyinggung potensi penyalahgunaan tiket oleh pihak yang tidak berhak. Menurutnya, jika pengawasan lemah, program sosial seperti ini bisa dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan.
Taufik mengaku menerima laporan dari sejumlah warga yang kesulitan mendapatkan tiket saat proses pendaftaran secara daring. Ada pula kekhawatiran munculnya praktik jual beli tiket yang seharusnya diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Karena itu, dia meminta pemerintah memperbaiki sistem pendaftaran sekaligus meningkatkan pengawasan agar program tersebut berjalan adil dan tepat sasaran. "Kalau sistemnya terus diperbaiki dan pengawasannya kuat, manfaat program ini akan semakin terasa bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Siagakan Layanan di Bandara hingga Pos Perbatasan Sambut Arus Mudik Pekerja Migran
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meningkatkan kapasitas program Mudik Gratis tahun ini karena tingginya minat masyarakat. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan jumlah peserta yang telah diverifikasi mencapai 30.774 orang.
Jumlah tersebut lebih besar dari perkiraan awal sekitar 26.000 peserta. Menurut Pramono, kenaikan angka itu menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas mudik gratis.
"Untuk melayani para peserta, Pemprov menyiapkan 709 unit bus yang akan diberangkatkan menuju berbagai daerah tujuan. Keberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026 dari kawasan Monumen Nasional," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









