Pemerintah Genjot Perbaikan 11 Ribu Sekolah Rusak dan Terdampak Bencana

AKURAT.CO Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026.
Program ini difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah terdampak bencana, bangunan rusak berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk memperbaiki sekitar 11 ribu sekolah di berbagai daerah.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Abdul Mu’ti meninjau langsung progres revitalisasi sekolah terdampak bencana.
Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi sarana pendidikan, khususnya di Aceh, dapat diselesaikan lebih cepat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Di Pidie Jaya sendiri, tercatat 72 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan total anggaran mencapai Rp86,7 miliar.
Baca Juga: Tanpa Standar Layanan, Korban Kekerasan Seksual Terancam Tak Terlindungi
Sebanyak 62 sekolah dikerjakan secara swakelola, sementara 10 lainnya ditangani oleh TNI AD.
Beberapa proyek bahkan telah memasuki tahap awal pengerjaan dan ditargetkan bisa digunakan pada tahun ajaran baru.
“Yang sudah PKS tahap pertama sudah mulai dikerjakan. Harapannya bisa selesai secepat mungkin agar segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Abdul Mu’ti.
Selain renovasi, pemerintah juga menyiapkan langkah relokasi bagi sekolah yang tidak lagi layak digunakan akibat kondisi lingkungan.
“Untuk sekolah yang harus direlokasi, kami masih menunggu kepastian lokasi. Namun akan diprioritaskan dalam anggaran 2026,” tambahnya.
Dampak bencana dirasakan langsung oleh sejumlah sekolah. Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu, Martini, mengungkapkan banjir setinggi 1,5 meter sempat merendam seluruh ruang kelas dan fasilitas sekolah.
Kini, sekolah tersebut mendapatkan bantuan rehabilitasi 12 ruang kelas. Peninggian bangunan menjadi salah satu solusi agar lebih tahan terhadap potensi banjir di masa depan.
“Dengan bangunan yang lebih tinggi, kami lebih siap jika banjir kembali terjadi. Anak-anak juga bisa belajar dengan lebih tenang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, menyebut kondisi sekolahnya termasuk yang paling parah terdampak.
Fasilitas belajar seperti komputer, buku, dan peralatan lainnya tertimbun tanah dan tidak bisa digunakan.
“Semua sarana tidak bisa dimanfaatkan lagi karena tertimbun,” katanya.
Melalui program revitalisasi ini, sekolah tersebut akan dibangun kembali dengan anggaran Rp7,9 miliar dan dikerjakan oleh TNI AD.
Baca Juga: Sakit Gigi Menyiksa? Ini 8 Cara Alami yang Bisa Redakan Nyeri Tanpa Obat
Pemerintah menargetkan perbaikan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang rampung pada Juni 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Sementara untuk kerusakan berat dan relokasi, ditargetkan selesai pada November 2026.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan lebih optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










