Akurat
Pemprov Sumsel

Kenapa Ogoh-Ogoh Menyeramkan? Inilah Makna, Sejarah, dan Simbolismenya

Idham Nur Indrajaya | 24 Maret 2026, 02:43 WIB
Kenapa Ogoh-Ogoh Menyeramkan? Inilah Makna, Sejarah, dan Simbolismenya
Kenapa ogoh-ogoh menyeramkan? Pelajari makna, sejarah, dan simbol Bhuta Kala di balik tradisi Nyepi Bali. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi, jalan-jalan di Bali dipenuhi dengan pawai boneka raksasa yang menakutkan—ogoh-ogoh. Patung ini tidak hanya mengundang decak kagum karena ukurannya yang besar, tapi juga wajahnya yang menyeramkan. Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa ogoh-ogoh dibuat menakutkan seperti itu? Kenapa ogoh-ogoh menyeramkan menjadi bagian penting dari tradisi Nyepi? Yuk, kita telusuri makna, sejarah, dan simbolisme di balik ogoh-ogoh yang megah ini.


Sejarah Ogoh-Ogoh

Ogoh-ogoh berasal dari kata ogah-ogah dalam bahasa Bali, yang berarti “digoyang-goyangkan”. Awalnya, ogoh-ogoh bukan bagian dari perayaan Nyepi. Baru setelah Presiden Soeharto menetapkan Nyepi sebagai hari libur nasional lewat Keppres No. 3 Tahun 1983, pawai ogoh-ogoh mulai menjadi tradisi umum menjelang Nyepi.

Seiring waktu, pawai ini berkembang dari sekadar arak-arakan menjadi karya seni kreatif dengan ukuran raksasa dan desain unik, yang dibuat secara gotong royong oleh pemuda desa. Ogoh-ogoh kini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya dan spiritual bagi masyarakat Bali.


Makna Wajah dan Bentuk Menyeramkan

Kenapa ogoh-ogoh menyeramkan? Hal ini berkaitan erat dengan konsep Bhuta Kala dalam ajaran Hindu Dharma. Bhuta Kala merepresentasikan sifat buruk manusia dan kekuatan alam semesta.

Beberapa makna dari wajah dan bentuk menyeramkan ogoh-ogoh antara lain:

  • Simbol sifat jahat manusia: Wajah seram ogoh-ogoh melambangkan sifat buruk yang harus dikumpulkan dan diusir.

  • Ukuran raksasa: Semakin besar, semakin kuat simbol sifat negatif yang ingin dihilangkan dari lingkungan.

  • Suara gaduh: Saat pawai, masyarakat membunyikan suara gaduh untuk mengusir roh-roh jahat yang mengelilingi desa.

Dengan tampilan menakutkan, ogoh-ogoh menjadi visual yang jelas dalam menyampaikan pesan spiritual dan ritual penyucian.


Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh

Pembuatan ogoh-ogoh adalah proses kreatif yang melibatkan banyak orang:

  • Gotong royong: Pemuda desa atau karang taruna bekerja sama dalam pembuatan, menumbuhkan nilai kekeluargaan.

  • Kreativitas dan kompleksitas: Ogoh-ogoh dibuat dengan desain unik, kadang menyerupai makhluk mitologi, hewan buas, bahkan tokoh terkenal.

  • Ukuran besar: Karena berat, ogoh-ogoh ditempatkan di atas mesin beroda agar mudah diarak, menunjukkan kerja sama dan koordinasi komunitas.

Proses ini bukan sekadar membuat patung, tapi juga membangun sikap sosial dan rasa kebersamaan.


Ogoh-Ogoh dalam Ritual Nyepi

Ogoh-ogoh diarak keliling desa sehari sebelum Nyepi (10 Maret 2024) dalam ritual yang disebut Ngerupuk. Setelah diarak, patung ini dibakar sebagai simbol pembersihan sifat buruk dan penyucian alam:

  • Hubungan Buana Alit dan Buana Agung: Ritual ini membersihkan diri manusia (Buana Alit) dan alam semesta (Buana Agung) dari energi negatif.

  • Fungsi edukatif: Masyarakat, khususnya generasi muda, belajar tentang simbolisme dan nilai spiritual Hindu Dharma melalui ogoh-ogoh.

Dengan begitu, Nyepi dirayakan dalam keadaan bersih lahir dan batin, siap memulai Tahun Baru Caka.


Variasi dan Simbolisme Ogoh-Ogoh

Ogoh-ogoh memiliki berbagai bentuk dan simbol:

  • Makhluk mitologi: Naga, raksasa, hewan buas.

  • Tokoh terkenal: Pemimpin dunia, artis, tokoh agama, atau penjahat.

  • Simbol roh jahat: Setiap bentuk menyeramkan bertujuan menyampaikan pesan spiritual dan ritual penyucian.

Variasi ini menekankan bahwa visual menyeramkan bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai representasi simbolik dari energi negatif yang harus dibersihkan.


Kesimpulan

Kenapa ogoh-ogoh menyeramkan? Jawabannya ada pada makna Bhuta Kala: untuk mengumpulkan dan mengusir sifat buruk manusia, membersihkan diri dan lingkungan, serta menyucikan jiwa sebelum Nyepi. Lebih dari sekadar patung menakutkan, ogoh-ogoh adalah cerminan budaya, spiritualitas, dan kerja sama komunitas Bali. Tradisi ini mengajarkan generasi muda untuk memahami nilai simbolik, gotong royong, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.


Baca Juga: Apa Itu Ogoh-Ogoh? Berikut Pengertian dan Fungsinya sebagai Tradisi Unik Bali yang Penuh Makna

Baca Juga: Peringati Hari Raya Nyepi 2026, BRI Peduli Salurkan CSR 2.000 Paket Sembako bagi Warga Desa Angseri dan Desa Sarimekar di Bali

FAQ

1. Apa makna wajah ogoh-ogoh yang menyeramkan?

Wajah menyeramkan ogoh-ogoh melambangkan Bhuta Kala, yaitu sifat buruk dan energi negatif manusia yang harus dikumpulkan dan diusir. Ukuran raksasa dan ekspresi menakutkan membantu menyampaikan pesan spiritual, sekaligus menjadi simbol pembersihan alam dan jiwa sebelum Nyepi.

2. Dari mana asal kata ogoh-ogoh?

Ogoh-ogoh berasal dari kata ogah-ogah dalam bahasa Bali, yang berarti “digoyang-goyangkan”. Awalnya bukan bagian dari perayaan Nyepi, tetapi tradisi ini berkembang seiring ditetapkannya Nyepi sebagai hari libur nasional lewat Keppres No. 3 Tahun 1983.

3. Bagaimana proses pembuatan ogoh-ogoh?

Ogoh-ogoh dibuat secara gotong royong oleh pemuda desa atau karang taruna, biasanya sebulan sebelum pawai. Pembuatan melibatkan kreativitas tinggi, desain unik, dan konstruksi besar, sehingga selain menjadi patung simbolik, prosesnya juga membangun nilai sosial dan kekeluargaan.

4. Apa hubungan ogoh-ogoh dengan ritual Nyepi?

Ogoh-ogoh diarak sehari sebelum Nyepi dalam ritual Ngerupuk, kemudian dibakar sebagai simbol pembersihan sifat buruk manusia dan energi negatif di sekitar lingkungan. Ritual ini menyucikan Buana Alit (manusia) dan Buana Agung (alam semesta) agar siap menyambut Tahun Baru Caka.

5. Kenapa ogoh-ogoh dibuat sebesar mungkin?

Ukuran raksasa ogoh-ogoh bukan hanya untuk efek visual, tapi juga sebagai simbol besarnya sifat negatif yang dikumpulkan dan diusir. Patung besar menegaskan pesan spiritual dan energi Bhuta Kala yang harus dibersihkan dari masyarakat dan alam sekitar.

6. Variasi ogoh-ogoh seperti apa yang biasa dibuat?

Ogoh-ogoh dapat berbentuk raksasa, hewan buas, makhluk mitologi, hingga tokoh terkenal. Setiap bentuk memiliki makna tertentu dalam ritual, dan visual menyeramkan dipilih agar masyarakat memahami simbolisme roh jahat yang ingin dibersihkan.

7. Apa fungsi ogoh-ogoh bagi masyarakat Bali?

Selain menjadi karya seni, ogoh-ogoh berfungsi sebagai sarana edukasi budaya, spiritual, dan sosial. Pembuatan dan pawai menanamkan nilai gotong royong, mengajarkan generasi muda makna Bhuta Kala, serta menguatkan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sekitar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.