DPRD Jakarta Tekankan Raperda SPAM Bukan Atur Perubahan PAM Jaya Jadi Perseroda

AKURAT.CO Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) memiliki fokus berbeda dengan Perda perubahan status hukum PAM Jaya menjadi Perseroan Terbatas Air Minum Jaya (Perseroda), yang disahkan pada akhir 2025.
Menurutnya, Raperda SPAM yang baru diparipurnakan melalui pidato Gubernur Jakarta lebih menitikberatkan pada pemenuhan hak dasar masyarakat terhadap akses air minum yang aman, berkualitas, merata, dan terjangkau.
"Ini berbeda. Kalau yang kemarin mengatur badan hukum PAM Jaya, sementara yang ini menitikberatkan pada pemenuhan hak-hak pelayanan kepada masyarakat," kata Khoirudin, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Raperda SPAM Diharapkan Percepat Target 100 Persen Layanan Air Perpipaan di 2029
Dia menjelaskan, Raperda SPAM tidak hanya mengatur aspek teknis pelayanan air minum, tetapi juga mencakup tata kelola, keberlanjutan lingkungan, serta prinsip keadilan sosial dalam distribusi layanan air bersih di Jakarta.
Menurutnya, pembentukan regulasi baru ini mendesak, mengingat aturan yang masih berlaku saat ini, yakni Perda Nomor 11 Tahun 1993 tentang Pelayanan Air Minum, sudah tidak relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.
Baca Juga: DPRD Jakarta Bahas Raperda Air Minum, Akses Warga Jadi Sorotan Utama
"Sekarang sudah 2026, jadi memang sudah seharusnya direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan terkini," ujarnya.
Dengan pembaruan regulasi ini, DPRD berharap sistem penyediaan air minum di Jakarta dapat lebih adaptif, berkeadilan, dan mampu menjawab tantangan layanan air bersih di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat.
"Apalagi pemenuhan hak atas air merupakan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi Jakarta," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





