Pramono Anung Fokus Benahi NRW, Warga Jakarta Diminta Beralih ke Air Perpipaan

AKURAT.CO Gubernur Pramono Anung menyoroti tingginya tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW) dalam sistem penyediaan air minum di Jakarta.
Hal itu disampaikannya dalam jawaban eksekutif pada Rapat Paripurna DPRD Jakarta, Senin (13/4/2026) kemarin.
Pramono menyebut bahwa pengendalian NRW menjadi prioritas utama peningkatan kinerja sistem penyediaan air minum (SPAM).
Upaya ini dilakukan melalui modernisasi jaringan distribusi, pembentukan district metered area, penguatan sistem pemantauan, perbaikan jaringan, hingga penertiban penggunaan air ilegal.
"Penurunan NRW membutuhkan pendekatan teknis dan reformasi tata kelola," katanya.
Baca Juga: Ditargetkan Rampung Juni 2026, Pedestrian Rasuna Said Bakal Diresmikan Saat HUT Jakarta
Selain itu, Pramono juga menyoroti ketergantungan Jakarta terhadap pasokan air baku dari luar daerah. Pemerintah provinsi akan mendorong diversifikasi sumber air secara bertahap.
"Eksekutif berharap agar ranperda ini dapat disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan melalui Badan Musyawarah," ujarnya.
Sumber air yang dikembangkan meliputi air permukaan lokal, waduk dan embung, desalinasi air laut, serta pemanfaatan kembali air olahan.
Pemprov Jakarta juga akan memperkuat kerja sama antardaerah dan perlindungan kawasan hulu untuk menjaga pasokan air baku.
"Pengamanan pasokan lintas wilayah juga dilakukan melalui kerja sama antardaerah," kata Pramono.
Baca Juga: Pramono Teken Perda SJUT, Penataan Kabel Semrawut di Jakarta Dimulai Bertahap
Di sisi lain, ranperda mengatur pengurangan penggunaan air tanah secara bertahap. Warga di wilayah yang sudah terlayani pipa wajib beralih ke layanan perpipaan.
"Pemilik bangunan yang sudah terjangkau pipa wajib beralih dari air tanah ke layanan perpipaan," tandas Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






