Tinjau Rusun ASN di Nabire, Gibran: Bangunan Cacat Jangan Diserahterimakan

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, meninjau Rumah Susun (Rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah yang berlokasi di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Senin (20/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menekankan pentingnya memastikan seluruh kekurangan yang masih ditemukan selama masa pemeliharaan segera diperbaiki secara menyeluruh sebelum dilakukan serah terima kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Ia juga memberikan penegasan kepada pemerintah daerah agar tidak menerima hasil pekerjaan jika masih ditemukan cacat desain (defect design).
“Kalau masih ada defect design-nya jangan diterima. Ini profesional, jangan diterima kalau ada cacat desain,” tegas Gibran kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.
Menurut Wapres, ketelitian dalam memastikan kualitas desain dan konstruksi menjadi kunci agar bangunan dapat dimanfaatkan secara optimal, aman, dan berkelanjutan bagi para ASN yang akan menempatinya.
Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas infrastruktur hunian ASN, khususnya di wilayah timur Indonesia, sekaligus sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan infrastruktur yang berkualitas, tepat guna, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Balai Perumahan Provinsi Papua Tengah, Meda Kilian, menjelaskan bahwa setiap unit rusun dirancang menyerupai rumah tapak dengan fasilitas lengkap.
Baca Juga: Penyelesaian dari Hulu, Pentingnya Kesadaran Masyarakat untuk Memilah Sampah
“Setiap unit memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, ruang cuci, serta area makan,” jelasnya.
Ia menambahkan, satu tower terdiri dari 44 unit dan saat ini telah dibangun dua tower dengan total 88 unit hunian.
Fasilitas pendukung juga tersedia, seperti ruang pengelola, gudang, ruang panel, toilet umum, serta area layanan lainnya di lantai dasar.
Selain itu, seluruh unit telah dilengkapi perabot (full furnish), mulai dari tempat tidur, lemari, meja makan, sofa, hingga kursi, sehingga siap langsung dihuni.
“Unit di lantai satu juga diprioritaskan untuk penyandang disabilitas guna memastikan aksesibilitas dan kemudahan mobilitas,” tambah Meda.
Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap hunian ASN di Papua Tengah dapat segera dimanfaatkan secara optimal, sekaligus mendukung penguatan pusat pemerintahan baru di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










