Dedi Mulyadi Dorong Biogas hingga Kompor Listrik Imbas Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong masyarakat memanfaatkan energi alternatif di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi.
Ia menilai kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan energi rumah tangga.
Menurut Dedi, salah satu energi alternatif yang potensial dikembangkan adalah biogas yang berasal dari pengolahan kotoran hewan, khususnya sapi.
Sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Bandung Barat, kata dia, telah memanfaatkan limbah ternak menjadi gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Bisa mengelola kotoran sapi menjadi energi gas, sampah juga bisa, listrik juga bisa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, api yang dihasilkan dari kompor berbahan biogas cukup besar dan layak digunakan sebagai pengganti LPG.
Selain itu, masyarakat di wilayah perdesaan juga dapat memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif energi memasak.
Sementara bagi masyarakat perkotaan, penggunaan kompor listrik dinilai menjadi opsi yang lebih relevan.
Dedi menekankan bahwa pemilihan sumber energi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.
“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” katanya.
Dedi optimistis masyarakat Jawa Barat mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Ia meyakini warga memiliki kemampuan untuk mencari solusi kreatif dalam menghadapi kenaikan harga energi.
Baca Juga: Pajak Kendaraan Listrik di Jabar Tetap Berlaku, Dedi Mulyadi Tekankan Kontribusi untuk Daerah
“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” ucapnya.
Sebagai informasi, penyesuaian harga LPG nonsubsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026.
Di Jawa Barat, harga LPG 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung, sementara LPG 5,5 kilogram menjadi Rp107.000 per tabung.
Adapun LPG subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan harga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








