Akurat
Pemprov Sumsel

Dedi Mulyadi Dorong Biogas hingga Kompor Listrik Imbas Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi

Saeful Anwar | 21 April 2026, 17:56 WIB
Dedi Mulyadi Dorong Biogas hingga Kompor Listrik Imbas Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong masyarakat memanfaatkan energi alternatif di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi.

Ia menilai kearifan lokal dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan energi rumah tangga.

Menurut Dedi, salah satu energi alternatif yang potensial dikembangkan adalah biogas yang berasal dari pengolahan kotoran hewan, khususnya sapi.

Sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Bandung Barat, kata dia, telah memanfaatkan limbah ternak menjadi gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Bisa mengelola kotoran sapi menjadi energi gas, sampah juga bisa, listrik juga bisa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, api yang dihasilkan dari kompor berbahan biogas cukup besar dan layak digunakan sebagai pengganti LPG.

Selain itu, masyarakat di wilayah perdesaan juga dapat memanfaatkan kayu bakar sebagai alternatif energi memasak.

Sementara bagi masyarakat perkotaan, penggunaan kompor listrik dinilai menjadi opsi yang lebih relevan.

Dedi menekankan bahwa pemilihan sumber energi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” katanya.

Dedi optimistis masyarakat Jawa Barat mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.

Ia meyakini warga memiliki kemampuan untuk mencari solusi kreatif dalam menghadapi kenaikan harga energi.

Baca Juga: Pajak Kendaraan Listrik di Jabar Tetap Berlaku, Dedi Mulyadi Tekankan Kontribusi untuk Daerah

“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” ucapnya.

Sebagai informasi, penyesuaian harga LPG nonsubsidi mulai berlaku sejak 18 April 2026.

Di Jawa Barat, harga LPG 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung, sementara LPG 5,5 kilogram menjadi Rp107.000 per tabung.

Adapun LPG subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan harga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.