Cegah Longsor TPST Bantargebang Terulang, Pemprov Jakarta Diminta Perbanyak TPS3R

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diminta tidak hanya fokus pada proses hukum dalam kasus longsor maut di TPST Bantargebang. Diperlukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di Jakarta.
Pemprov Jakarta harus segera merumuskan kebijakan inovatif untuk mengatasi persoalan sampah dari hulu hingga hilir. Salah satunya dengan memperbanyak pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), guna meningkatkan kapasitas daur ulang.
"Pemprov DKI perlu memikirkan dan melaksanakan kebijakan inovatif seperti pembangunan TPS3R," kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jakarta, Josephine Simanjuntak, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Pemprov Jakarta Diminta Kembangkan Bank Sampah, Libatkan Masyarakat untuk Kelola Sampah
Dia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah, sebagaimana diatur dalam Perda No.3/2013 tentang Pengelolaan Sampah. Sosialisasi pemilahan sampah dan praktik daur ulang dinilai harus digencarkan.
Selain itu, Josephine mendorong penerapan solusi sederhana seperti budidaya maggot untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Penegakan aturan larangan penggunaan kantong plastik sesuai Pergub No.142/2019 juga dinilai harus lebih tegas.
"Mulai sekarang harus lebih mensosialisasikan pemilihan dan daur ulang sampah," tegasnya.
Dalam evaluasinya, pengelolaan di TPST Bantargebang telah menyimpang dari regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, Pemprov Jakarta harus bertanggung jawab penuh untuk melakukan perbaikan sistem.
"Dan cara yang paling baik untuk bertanggungjawab adalah dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Agar supaya masalah ini bisa diselesaikan dan insiden-insiden seperti di Bantargebang kemarin itu tidak lagi terulang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






