Akurat Logo

Wujudkan Kota Global, Jakarta Gandeng Milan Kolaborasi Budaya Lewat Leadership Exchange Programme

Okto Rizki Alpino | 14 Mei 2026, 16:37 WIB
Wujudkan Kota Global, Jakarta Gandeng Milan Kolaborasi Budaya Lewat Leadership Exchange Programme
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memperkuat langkah Jakarta menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional bersama Milan. (Dok. Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

AKURAT.CO Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memperkuat langkah Jakarta menuju kota global melalui kolaborasi budaya internasional bersama Milan dalam program Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan yang difasilitasi World Cities Culture Forum.

"Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta," ujar Rano dalam keterangan resmi, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Museo delle Culture atau MUDEC, pada 9-16 Mei 2026 menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Jakarta dan Milan dalam pengembangan kebijakan budaya, seni publik, serta aktivasi ruang kota.

Baca Juga: Ke Italia, Rano Karno Ingin JIS Jadi Stadion Kelas Dunia Seperti San Siro Stadium

"Kota global bukan hanya soal gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan merasa bangga terhadap identitas kotanya," jelasnya.

Selain pertukaran pengalaman antarkota, program ini juga membuka peluang pengembangan proyek instalasi seni publik di Jakarta dengan melibatkan seniman lokal bersama mitra budaya dari Milan.

"Kami ingin karya yang lahir berasal dari proses kolaborasi, dialog, dan pertukaran gagasan antarkomunitas," ucapnya.

Ke depan, seniman dan praktisi budaya dari Milan dijadwalkan hadir di Jakarta pada 18-24 Juli 2026 dalam rangkaian Leadership Exchange Programme Jakarta. Kegiatan tersebut akan diisi lokakarya, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan karya instalasi seni publik bersama seniman Jakarta.

"Kehadiran seniman Milan di Jakarta diharapkan memperkuat kerja sama budaya sekaligus memperkaya ruang kreatif di Jakarta," ujarnya.

Pemprov Jakarta memandang seni publik bukan sekadar elemen estetika kota, melainkan bagian penting dalam membangun ruang interaksi masyarakat, memperkuat identitas budaya, meningkatkan daya tarik wisata, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Baca Juga: PN Jakarta Utara Vonis Bebas Alwi Alatas dalam Kasus Koperasi

"Kehadiran karya seni di ruang publik diyakini dapat membuat kota terasa lebih hidup, humanis, dan dekat dengan warganya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rano juga melakukan diskusi strategis bersama Isabella Valentini terkait penguatan kolaborasi budaya dan peluang pengembangan kerja sama kota kreatif antara Jakarta dan jejaring kota dunia.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik Jakarta yang lebih inklusif, kreatif, dan tetap berakar kuat pada budaya lokal," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.