Perpustakaan Jakarta Kini Jadi Ruang Kreatif dan Interaksi Anak Muda

AKURAT.CO Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jakarta menerapkan berbagai strategi kreatif untuk menarik minat generasi muda datang ke perpustakaan. Salah satunya, melalui pendekatan yang lebih kolaboratif dan relevan dengan gaya hidup anak muda saat ini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta, Nasruddin, mengatakan perpustakaan kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi sosial dan ruang kreatif yang nyaman bagi masyarakat.
"Kami memahami bahwa generasi muda membutuhkan ruang publik yang nyaman, fleksibel, inspiratif, dan memiliki nilai pengalaman. Karena itu, perpustakaan dikembangkan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan ruang kreatif," kata Nasruddin saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Pelajar SMA Antusias Ikuti Program KEJAR yang Digelar Bank Jakarta
Untuk itu, Dispusip Jakarta menghadirkan perpustakaan dengan konsep modern dan ramah komunitas melalui fasilitas seperti Wi-Fi, ruang diskusi, coworking space, hingga area kreatif.
Selain itu, Dispusip Jakarta juga rutin menggelar berbagai kegiatan kreatif, seperti diskusi buku, workshop menulis, pameran, pertunjukan musik Night at Library, festival literasi, hingga kelas pengembangan diri.
Di bidang digital, Dispusip Jakarta mengembangkan layanan spot baca digital dan aplikasi iJakarta agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan kapan saja dan di mana saja.
Nasruddin menambahkan, pihaknya juga mulai menyesuaikan layanan dengan kebutuhan Generasi Alpha melalui aktivitas literasi berbasis virtual reality, dan menghadirkan ruang imersif di Perpustakaan Jakarta.
"Generasi muda tidak anti membaca. Mereka hanya membutuhkan ruang belajar yang lebih relevan, inklusif, dan menginspirasi," ujarnya.
Baca Juga: Pansus DPRD Jakarta Ancam Segel Gedung yang Tak Punya Sertifikat Laik Fungsi
Untuk memperluas jangkauan, Dispusip Jakarta menggandeng sekolah, kampus, komunitas, kreator konten, penulis, pegiat literasi, hingga pelaku industri kreatif.
Tema kegiatan yang diangkat juga disesuaikan dengan minat generasi muda, mulai dari budaya pop, kreatif digital, kesehatan mental, isu sosial, hingga pengembangan karier dan kewirausahaan.
Selain itu, pihaknya juga memperluas jam layanan perpustakaan agar sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat perkotaan sehingga perpustakaan dapat menjadi ruang belajar dan ruang produktif yang aktif sepanjang hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








