Akurat Logo

Wakil Ketua DPRD Jakarta Temui Wamen LH Bahas Peta Jalan Pembangunan PSEL

Okto Rizki Alpino | 22 Mei 2026, 15:43 WIB
Wakil Ketua DPRD Jakarta Temui Wamen LH Bahas Peta Jalan Pembangunan PSEL
Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino, meminta Dinas Lingkungan Hidup Jakarta serius menangani sampah sesuai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup. (Akurat.co/Okto Rizki Alpino)

AKURAT.CO Wakil Ketua DPRD Jakarta, Wibi Andrino, menemui Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, untuk membahas kesiapan peta jalan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemilahan sampah dari hulu, hingga upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.

Dia menjelaskan, DPRD Jakarta meminta Dinas Lingkungan Hidup Jakarta lebih serius menangani persoalan sampah, termasuk aktif menghadiri undangan dan pembahasan bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup lebih serius. Setiap undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup harus dihadiri," kata Wibi kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Baca Juga: Denera Siap IPO di BEI, Danantara Garap 33 Proyek PSEL

Hasil pembahasan dengan Kementerian Lingkungan Hidup akan disampaikan langsung kepada Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, diperlukan rapat teknis lanjutan untuk memperjelas tahapan penyelesaian pengelolaan sampah Jakarta, khususnya terkait pembangunan PSEL.

Sementara itu, Diaz mengatakan pertemuan tersebut secara khusus membahas arah penyelesaian persoalan sampah di Jakarta. Menurut dia, program PSEL dan pemilahan sampah membutuhkan persiapan melalui peta jalan yang matang agar dapat berjalan efektif.

Baca Juga: Danantara Sepakat Bangun PSEL, Pramono Yakin Bisa Olah hingga 3.000 Ton Sampah per Hari

Dia menekankan, penyelesaian masalah sampah Jakarta harus memiliki arah kerja yang jelas, mulai dari pemilahan, pengelolaan, hingga pengurangan volume sampah yang dibuang ke Bantargebang.

Target utama pengelolaan sampah Jakarta ialah memastikan seluruh sampah dapat tertangani dengan baik, sehingga sampah yang masuk ke Bantargebang hanya berupa residu.

Menurutnya, pengelolaan sampah dari hulu menjadi langkah penting untuk menghentikan praktik open dumping melalui sistem pengelolaan yang lebih tertata. "Sudah tidak ada lagi open dumping dan semuanya terkelola dengan baik dari hulu," ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.