Kebakaran di Belakang Pasar Jiung Kemayoran Sebabkan Tiga Warga Luka, 250 Bangunan Terdampak

AKURAT.CO Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Kawasan Gempol, belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam.
Sedikitnya 250 bangunan semi permanen terdampak dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak terhadap sekitar 300 kepala keluarga (KK) atau sekitar 500 jiwa. Tiga warga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan kebakaran sekitar pukul 21.15 WIB. Lima menit setelah api pertama kali diketahui muncul.
"Pada hari Senin tanggal 1 Juni 2026 sekitar pukul 21.10 WIB, kami menerima informasi telah terjadi kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, belakang Pasar Jiung, RT 002 atau gabungan RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat," jelasnya, dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/5/2026).
Setelah menerima laporan, personel Polsek Kemayoran yang terdiri dari Padal, Ka SPK, dan piket fungsi langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan membantu proses penanganan.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Pemukiman di Kemayoran, 33 Unit Damkar Dikerahkan
Agung menyatakan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dari dua rumah yang berada di belakang lokasi tempat tinggal saksi. Salah satu rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran diketahui milik seorang warga bernama Darmansyah.
"Menurut keterangan saksi, api tiba-tiba muncul dari dua rumah di belakang saksi. Dugaan awal berasal dari rumah milik Bapak Darmansyah akibat korsleting listrik, kemudian api dengan cepat membesar," ujarnya.
Warga sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04. Namun, kobaran api terus meluas karena kondisi bangunan yang berdempetan.
"Beberapa warga langsung berupaya memadamkan api menggunakan tiga unit APAR milik Sekretariat RW 04, namun api sudah terlanjur membesar," kata Agung.
Dalam kejadian ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dua korban, yakni Puput dan Dika, menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran. Sementara satu korban lainnya, Suparno, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Saksi bernama Darni, Ketua RW 04, memperkirakan terdapat sekitar 250 bangunan semi permanen yang terdampak kebakaran. Data sementara juga mencatat sekitar 300 KK menjadi korban terdampak.
Ia menegaskan, petugas pemadam kebakaran mengerahkan lebih dari 25 unit armada untuk mengendalikan kobaran api. Sementara itu, aparat kepolisian melakukan pengamanan lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mendalami penyebab kebakaran.
"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik," kata Agung.
Hingga saat ini, nilai kerugian materiil akibat kebakaran belum dapat ditaksir. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan mengumpulkan barang bukti terkait peristiwa tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum





