Jembatan Perintis Garuda Permudah Akses Sekolah dan Gerakkan Ekonomi Warga Aceh Tamiang

AKURAT.CO Senyum bahagia terpancar dari wajah para pelajar di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kini mereka dapat berangkat ke sekolah dengan lebih cepat, aman, dan nyaman berkat hadirnya Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Bandar Mahligai dan Desa Sekerak Kiri.
"Kalau jembatannya bagus, jadi kalau pergi sekolah lebih mudah. Nggak perlu naik perahu lagi, jadi bisa langsung melintasi jembatan," ujar seorang siswi SMP di Aceh Tamiang, Kamis (4/6/2026).
Jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Tamiang itu memiliki panjang 240 meter dengan lebar 1,2 meter dan mampu menahan beban hingga 400 kilogram.
Infrastruktur tersebut kini menjadi salah satu jembatan gantung terpanjang di Indonesia sekaligus ikon baru Kabupaten Aceh Tamiang.
Pembangunan jembatan dilakukan sebagai respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025.
Proyek tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gabungan.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai menggunakan perahu kayu atau memutar melalui jalur darat lewat Karang Baru dan Sungai Liput dengan waktu tempuh mencapai satu hingga dua jam.
Kini, perjalanan antardesa dapat ditempuh hanya sekitar lima menit.
Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterbatasan akses.
Baca Juga: Kerugian Penipuan Digital Tembus Rp9,1 Triliun, Indodax Perkuat Literasi Keamanan Siber
"Jembatan ini sudah puluhan tahun tidak ada akses. Atas permintaan masyarakat pascabanjir Aceh, akhirnya kami bangun. Panjangnya 240 meter dan menjadi jembatan gantung terpanjang di Indonesia," kata Ali Imran.
Keberadaan Jembatan Perintis Garuda kini menjadi akses vital yang memperlancar mobilitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga aktivitas sosial.
Bagi para pelajar, jembatan tersebut tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga memberikan rasa aman saat berangkat dan pulang sekolah.
"Jembatannya kalau dipakai bergantian nggak terlalu goyang. Kalau dipakai ramai-ramai baru terasa goyangnya," tutur siswi tersebut.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada TNI dan pemerintah yang telah mewujudkan pembangunan jembatan yang selama ini dinantikan warga.
"Untuk Bapak TNI, terima kasih sudah membuat jembatannya. Untuk Bapak Presiden, terima kasih sudah membantu kami untuk membuat jembatan agar bisa melintas dengan mudah," ujarnya.
Selain memperlancar aktivitas masyarakat, Jembatan Perintis Garuda juga mulai berkembang menjadi destinasi wisata baru di Aceh Tamiang.
Bentangan jembatan dengan latar Sungai Tamiang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan yang datang berkunjung.
Dengan hadirnya infrastruktur tersebut, akses pendidikan semakin terbuka, distribusi hasil ekonomi masyarakat menjadi lebih efisien, dan potensi wisata daerah pun mulai tumbuh, menjadikan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar sarana penghubung, melainkan penggerak baru bagi kehidupan masyarakat Aceh Tamiang.
Baca Juga: Dharma Pongrekun Minta MK Tinjau Ulang UU Kesehatan demi Kedaulatan Bangsa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









