Akurat Logo

Warga Wanam Bantah Isu Eksodus, Harapkan Pembangunan PSN Terus Berlanjut

Herry Supriyatna | 5 Juni 2026, 08:58 WIB
Warga Wanam Bantah Isu Eksodus, Harapkan Pembangunan PSN Terus Berlanjut
Warga Wanam, Merauke, Papua Selatan, Inosensio Sigipse.

AKURAT.CO Sejumlah warga di Distrik Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, membantah berbagai narasi yang menyebut adanya eksodus masyarakat akibat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan kawasan pangan atau food estate di wilayah tersebut.

Mereka justru berharap pembangunan dapat terus dilanjutkan karena dinilai membawa harapan bagi peningkatan infrastruktur dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan kondisi di lapangan, aktivitas pembukaan lahan yang berlangsung saat ini disebut masih terbatas sekitar 15 ribu hektare dan difokuskan untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti jalan, jembatan, pelabuhan, panel surya, kilang minyak, serta fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Selain itu, luas kawasan PSN Wanam disebut tidak mencapai 2,5 juta hektare sebagaimana sejumlah informasi yang beredar. Luas kawasan yang direncanakan diperkirakan sekitar 1 juta hektare.

Warga setempat juga memastikan tidak terjadi perpindahan massal atau eksodus masyarakat seperti yang disebutkan dalam sejumlah narasi yang berkembang.

Petani yang telah menetap selama sekitar 10 tahun di Wanam, Inosensio Sigipse atau yang akrab disapa Papa Ino, mengaku mendukung keberadaan proyek tersebut.

Baca Juga: Dituding Penuh Gimmick, Tabiat Masa Lalu Sarwendah Dibongkar Eks Produser dan Member Cherrybelle

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan memudahkan akses masyarakat dan memperlancar pemasaran hasil pertanian.

"Kalau ada pembangunan, mungkin bisa dibangun perumahan dan jalan. Supaya kami lebih mudah menjual hasil tani," kata Papa Ino, Kamis (4/6/2026).

Ia mengatakan, selama ini kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi berbagai keterbatasan karena hasil pertanian tidak selalu terserap pasar.

Karena itu, kehadiran proyek diharapkan dapat membuka peluang kerja baru bagi warga.

"Kalau ada pekerjaan di sana, kami yang masih menganggur bisa ikut bekerja," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kleopas Mause, seorang guru sekaligus Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Wanam.

Ia mengatakan masyarakat pada dasarnya menerima pembangunan PSN karena dinilai mulai membawa perubahan positif.

"Sekarang masyarakat sudah mulai terlibat bekerja. Memang belum seratus persen, tetapi sudah ada perubahan," katanya.

Kleopas juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dasar yang masih menjadi kebutuhan masyarakat.

"Masyarakat masih berjalan kaki membawa hasil panen ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai ke kampung agar kehidupan masyarakat bisa lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Laurentius Gali Blagaise, menilai pembangunan yang berjalan mulai memberikan dampak positif meskipun pada awalnya sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan warga.

Baca Juga: BEI: Pelemahan IHSG Dipicu Sentimen, Fundamental Emiten Masih Kuat

"Kalau saya lihat, perubahan ini sudah bagus. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut bekerja," kata pria yang akrab disapa Papa Lau.

Menurutnya, peluang kerja bagi masyarakat masih terbuka sehingga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan anak muda.

"Masih banyak anak muda yang ingin bekerja. Harapannya, pembangunan ini bisa membantu mengurangi pengangguran," ujarnya.

Ia berharap pembangunan di Wanam dapat mendorong kemajuan wilayah tersebut secara bertahap.

"Kami ingin Wanam semakin maju dan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," tuturnya.

Sebelumnya, sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menyoroti pelaksanaan PSN food estate di Wanam dan menyebut luas kawasan mencapai 2,5 juta hektare serta memicu eksodus masyarakat dalam jumlah besar.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pembukaan lahan yang dilakukan saat ini baru sekitar 15 ribu hektare untuk pembangunan infrastruktur pendukung.

Selain itu, tidak ditemukan adanya perpindahan massal masyarakat sebagaimana yang disebutkan, sementara jumlah alat berat yang beroperasi juga masih berada pada kisaran ratusan unit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.