Pramono Minta Pelaku Vandalisme Lift JPO Lenteng Agung Ditindak Tegas

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta pelaku perusakan fasilitas umum, termasuk vandalisme terhadap lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ditindak tegas.
Bahkan, dia mengusulkan sanksi berupa pelarangan menggunakan transportasi umum di Jakarta apabila pelaku terbukti merupakan pengguna layanan transportasi publik.
"Saya sudah minta untuk dilakukan investigasi vandalisme lift JPO Lenteng Agung. Siapapun yang melakukan itu saya minta untuk diambil tindakan dengan tegas dan kalau perlu, kalau memang dia pengguna transportasi umum misalnya, saya minta untuk di-blacklist untuk tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta karena vandalisme tidak kita kasih tempat di Jakarta," kata Pramono kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Pramono Resmikan Revitalisasi JPO Sarinah, Terintegrasi Halte Transjakarta
Pramono menegaskan, tindakan perusakan fasilitas publik tidak dapat ditoleransi karena merugikan masyarakat luas yang bergantung pada sarana tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga telah memerintahkan investigasi, guna mengungkap pelaku dan motif di balik aksi vandalisme tersebut.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan operasional lift JPO Lenteng Agung terhenti akibat adanya tindakan perusakan pada komponen vital fasilitas tersebut.
"Yang pertama JPO yang ada di vandalisme di Lenteng Agung ya. Yang terjadi adalah kabelnya dipotong. Karena kabel dipotong menyebabkan operasinya terhenti," ujarnya.
Akibat kerusakan itu, fasilitas yang seharusnya memudahkan mobilitas pejalan kaki, terutama penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya, tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Pramono Resmikan Pembangunan JPO Penghubung JIS-Ancol, Diberi Nama 'JPO Bersama BTN'
Untuk itu, Pemprov Jakarta kini berupaya mempercepat perbaikan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap fasilitas publik yang telah dibangun maupun direvitalisasi.
Pramono menegaskan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kenyamanan infrastruktur pejalan kaki di Jakarta. Oleh karena itu tindakan vandalisme dinilai bertentangan dengan upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Jakarta dalam memperbaiki berbagai fasilitas publik.
"Termasuk kemarin dua tiga hari yang lalu ketika JPO yang ada di Senen kita resmikan dan sekarang sudah berjalan dengan efektif yang kita rubah menjadi Jaga Jakarta. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh memperbaiki JPO-JPO yang ada," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







