Mendagri Terbitkan SE Nobar Piala Dunia 2026, Pemda Diminta Siapkan Ruang Publik

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menerbitkan surat edaran (SE) yang meminta pemerintah daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.
Melalui Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ, Mendagri mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota menyiapkan lokasi strategis serta ruang publik untuk penyelenggaraan nobar selama turnamen berlangsung.
"Saya sudah membuat surat edaran untuk menjadi landasan rekan-rekan kepala daerah membuat kebijakan dan turunannya sampai ke camat dan kepala desa untuk membuat nonton bareng. Ini berlangsung dari 11 Juni sampai 19 Juli," kata Tito saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Dalam surat edaran tertanggal 14 Juni 2026 itu, kepala daerah juga diminta menggerakkan perangkat daerah untuk mendukung pelaksanaan nobar, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, kebersihan, hingga dukungan teknis lainnya.
Selain itu, pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Menurut Tito, Piala Dunia 2026 dapat menjadi momentum menghadirkan hiburan sehat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
"Piala Dunia ini momentum bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memberikan hiburan sehat bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menilai kegiatan nobar berpotensi mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM, dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan.
"Kalau ada nobar, otomatis masyarakat berkumpul. Di situ ada dorongan bagi UMKM untuk bergerak," kata Tito.
Sementara itu, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengapresiasi langkah Kemendagri dalam mendorong pemanfaatan ajang Piala Dunia untuk menggerakkan ekonomi daerah.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan TVRI, potensi dampak ekonomi dari kegiatan nobar diperkirakan mencapai Rp2,34 triliun atau sekitar Rp46,91 miliar per malam.
Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi 5.864 venue aktif selama 50 malam penyelenggaraan dengan rata-rata melibatkan empat UMKM di setiap lokasi.
"Kalau semuanya aktif, dampaknya akan luar biasa," ujar Fiki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










