Puan Minta Pemulihan Pascagempa Sulteng Fokus pada Warga, Bukan Sekadar Infrastruktur

AKURAT.CO Pemerintah diminta memastikan proses pemulihan pascagempa di Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
Hal itu disampaikan Ketua DPR RI, Puan Maharani, merespons gempa bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026).
Gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, puluhan warga mengalami luka-luka, serta ribuan keluarga terdampak di sejumlah wilayah, seperti Palu, Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong.
“Dukacita mendalam kami sampaikan atas jatuhnya korban akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah. Semoga warga yang terluka dapat segera pulih dan kehidupan masyarakat setempat bisa kembali normal,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Menurut Puan, penanganan pascabencana harus dilakukan secara komprehensif karena dampak gempa tidak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Di balik data kerusakan bangunan dan infrastruktur, ada ribuan keluarga yang saat ini menghadapi ketidakpastian terkait tempat tinggal, aktivitas ekonomi, pendidikan anak, hingga keberlanjutan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Karena itu, Puan menegaskan penanganan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pendataan kerusakan fisik semata, melainkan harus menyasar pemulihan kehidupan warga secara menyeluruh.
Baca Juga: Calon Paskibraka Pusat 2026 Masuki Tahap Verifikasi Kepribadian
“Penanganan pascabencana tidak boleh hanya berfokus pada kerusakan fisik, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secara utuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, negara harus memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal secepat mungkin melalui proses rehabilitasi yang menyeluruh dan terintegrasi.
“Rumah yang rusak memang harus segera diperbaiki. Namun, pemulihan tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali bangunan yang roboh,” ucap Puan.
Selain itu, Puan meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Menurutnya, kebutuhan kelompok rentan harus menjadi prioritas agar proses pemulihan berjalan adil dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat terdampak.
“Negara harus hadir memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










