Yuke Yurike Soroti Desil Sekolah hingga Usulan Musrenbang Belum Terealisasi

AKURAT.CO. Persoalan desil untuk penerimaan peserta didik baru dan lambannya realisasi usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi keluhan utama warga Kelurahan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Selain juga persoalan infrastruktur, banjir, penerangan jalan, hingga pengelolaan sampah.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan, persoalan infrastruktur masih mendominasi aspirasi masyarakat. Warga mengeluhkan jalan yang belum diaspal, saluran air yang belum mampu mengatasi banjir, serta penerangan jalan umum (PJU) yang telah diusulkan melalui Musrenbang namun belum direalisasikan.
"Yang paling banyak tentu terkait persoalan sarana dan prasarana. Mulai dari pengaspalan jalan, saluran air karena di beberapa wilayah masih terjadi banjir, hingga penerangan jalan umum yang sudah diusulkan melalui Musrenbang tetapi belum juga terealisasi," jelasnya saat kegiatan reses di Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
Di sektor pendidikan, menurut Yuke, persoalan desil menjadi keluhan yang hampir selalu muncul di setiap titik reses. Warga menilai penetapan desil memengaruhi peluang anak mereka dalam proses pendaftaran sekolah.
Baca Juga: Warga Masih Bingung, Pemprov Jakarta Perlu Memperkuat Pendampingan Memilah Sampah
"Saat ini, yang paling banyak dikeluhkan adalah persoalan desil karena berdampak pada proses pendaftaran sekolah. Hampir di setiap lokasi reses, persoalan desil selalu menjadi masalah," ujarnya.
Oleh karena itu, Yuke meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan mekanisme sanggah yang cepat apabila data desil warga tidak sesuai dengan kondisi nyata.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menyediakan mekanisme yang cepat bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan dan memperbaiki status desil apabila ternyata tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," ujarnya.
Ia juga menyoroti banyaknya usulan pembangunan yang sudah masuk perencanaan dan bahkan telah dianggarkan, tetapi belum juga direalisasikan. Menurutnya, Pemprov Jakarta harus memastikan usulan warga melalui Musrenbang tidak tergeser oleh skema usulan lain.
"Kalau memang sudah menjadi prioritas dan telah melalui Musrenbang, seharusnya bisa direalisasikan. Jangan sampai usulan yang sudah masuk dalam perencanaan justru tergeser oleh usulan lain," katanya.
Baca Juga: Pramono: Proyek Mangkrak Puluhan Tahun Mulai Tuntas, Monorel Jakarta Siap Beroperasi Agustus 2026
Yuke yang juga menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta memastikan seluruh aspirasi warga akan menjadi catatan Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta untuk dibahas bersama pemerintah daerah. Ia berharap pembangunan dilakukan secara merata.
"Setiap usulan masyarakat yang telah melalui mekanisme perencanaan dapat direalisasikan tanpa diskriminasi antarwilayah," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








