Akurat Logo

Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi hingga Rp58,9 Miliar

Wahyu SK | 22 Juli 2026, 09:13 WIB
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi hingga Rp58,9 Miliar
Riau Bhayangkara Run 2026 diikuti total 15.080 pelari. Foto: Polda Riau

AKURAT.CO Riau Bhayangkara Run 2026, yang digelar Minggu (19/7/2026), tidak hanya mencatat kesuksesan dari sisi penyelenggaraan tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan hasil analisis dampak ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, penyelenggaraan event yang diikuti 15.080 pelari itu diperkirakan menghasilkan total efek ekonomi sebesar Rp58,9.

Estimasi tersebut berasal dari total belanja peserta sekitar Rp42,5 miliar yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Tabel Input-Output (IO) sehingga menunjukkan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lokal.

Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Karorena Polda Riau, Kombes Daniel Widya Mucharam, mengatakan, hasil analisis tersebut menjadi bukti bahwa olahraga mampu memberikan manfaat yang jauh melampaui aspek kompetisi.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian Riau Bhayangkara Run 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Yang paling membanggakan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," jelas Daniel, dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: 15 Ribu Pelari Ramaikan Riau Bhayangkara Run 2026, Gaungkan Gerakan Lawan Karhutla

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa sebuah event olahraga dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi, sekaligus memperkuat citra Provinsi Riau sebagai destinasi sport tourism.

Kehadiran ribuan peserta beserta keluarga dan pendamping membuka peluang usaha di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga pelaku UMKM.

Daniel menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Polda Riau dan jajaran, TNI, Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten dan kota, sponsor, komunitas lari, relawan, tenaga kesehatan, media massa, pelaku UMKM, petugas kebersihan, hingga seluruh stakeholder yang terlibat sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.

"Hasil analisis ini menjadi motivasi bagi kami bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan harus mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Bukan hanya sukses sebagai event olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," katanya.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan, penelitian dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi langsung yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 terhadap aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga: Kapolda Riau: Polisi Harus Jadi Penjaga Peradaban, Bukan Sekadar Penegak Hukum

Penelitian menggunakan pendekatan kombinasi antara survei terhadap 130 responden peserta, kemudian dipadukan dengan data penyelenggara serta dianalisis menggunakan Tabel Input-Output Provinsi Riau.

Berdasarkan hasil survei tersebut, total belanja peserta diperkirakan mencapai sekitar Rp42,5 miliar.

Kemudian dilakukan simulasi menggunakan Tabel Input-Output, aktivitas belanja tersebut menghasilkan total efek ekonomi sekitar Rp58,9 miliar terhadap perekonomian Provinsi Riau.

Asep mengatakan, belanja peserta tidak hanya dinikmati oleh sektor penyelenggara acara, tetapi juga mengalir ke berbagai lapangan usaha, seperti transportasi, hotel, restoran, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa lainnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Baca Juga: KrediOne Ikut Edukasi Literasi Keuangan Mahasiswa di Universitas Riau

Hasil analisis menunjukkan bahwa penyelenggaraan event seperti Riau Bhayangkara Run tidak hanya memberikan dampak ekonomi secara langsung melalui pengeluaran peserta. Tetapi juga menciptakan efek lanjutan pada berbagai sektor usaha yang saling terhubung dalam struktur perekonomian daerah.

"Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal," ujar Asep.

Struktur pengeluaran peserta didominasi oleh pembelian perlengkapan olahraga, transportasi, konsumsi, akomodasi, dan oleh-oleh.

Sementara peserta yang berasal dari luar Kota Pekanbaru cenderung memiliki pengeluaran lebih besar untuk transportasi, hotel, dan makan minum, sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap sektor jasa dan pariwisata lokal.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 95,4 persen responden meyakini Riau Bhayangkara Run mampu mendorong perekonomian masyarakat, sedangkan 98 persen peserta menyatakan bersedia kembali mengikuti event serupa.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Tinjau Langsung Karhutla di Bengkalis

"Temuan tersebut menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan peserta terhadap manfaat ekonomi sekaligus kualitas penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026," kata Asep.

Sementara itu, Event Director Sumatera Satu Event Organizers, Rissandro Dian Pratama, mengatakan dampak ekonomi yang dihasilkan Riau Bhayangkara Run 2026 merupakan buah dari perencanaan penyelenggaraan yang berorientasi pada pengalaman peserta (participant experience).

Sejak awal, panitia bersama Polda Riau merancang seluruh rangkaian kegiatan agar peserta tidak hanya datang untuk mengikuti lomba, tetapi juga menikmati berbagai layanan dan potensi yang dimiliki Provinsi Riau.

"Kami tidak hanya fokus pada race day, tetapi membangun sebuah ekosistem event yang mampu menggerakkan aktivitas masyarakat. Mulai dari race pack collection, keterlibatan UMKM, hiburan, hingga kenyamanan peserta selama berada di Pekanbaru dirancang agar memberikan pengalaman terbaik," jelas Rissandro.

Ia meyakini, ketika peserta datang lebih awal, menginap, menikmati kuliner, menggunakan transportasi lokal, hingga berbelanja, maka manfaatnya akan dirasakan oleh banyak sektor.

Baca Juga: Kapolri Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi

"Hasil analisis BPS yang menunjukkan adanya efek ekonomi hingga Rp58,9 miliar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi lari," demikian Rissandro.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK