Akurat Logo

Selesai Direvitalisasi, Prabowo Ingatkan Peran Strategis Stasiun Tawang di Masa Awal Kemerdekaan

Moehamad Dheny Permana | 30 Juli 2026, 13:19 WIB
Selesai Direvitalisasi, Prabowo Ingatkan Peran Strategis Stasiun Tawang di Masa Awal Kemerdekaan
Presiden Prabowo Subianto meninjau hasil revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7/2026). Foto: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Kamis (30/7/2026).

Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang modern, sekaligus menjaga warisan sejarah dan identitas bangsa.

Setibanya di Stasiun Tawang, Presiden Prabowo disambut antusias masyarakat dan para pelajar yang telah memadati area stasiun.

Presiden Prabowo menyapa, menyalami dan melayani sapaan warga sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.

Kemudian meninjau panel revitalisasi yang menampilkan proses pembaruan bangunan bersejarah tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Hadiri Akad Massal KPR FLPP di Batang, Wujud Komitmen Pemerintah Sediakan Hunian Layak

Dalam laporannya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa Stasiun Tawang mulai dioperasikan pada 1914 setelah dibangun sejak 1911 di masa Hindia Belanda.

Stasiun tersebut memiliki nilai sejarah yang panjang, termasuk menjadi bagian dari perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bobby juga menuturkan bahwa revitalisasi dan beautifikasi stasiun dilaksanakan atas arahan Presiden Prabowo dan berhasil diselesaikan dalam waktu 330 hari.

Tahap pertama revitalisasi mencakup pembaruan fasad depan, hall utama, serta pengembalian tampilan sisi barat dan timur bangunan sesuai bentuk aslinya berdasarkan referensi foto-foto lama.

Selain itu, lampu dan berbagai ornamen bersejarah juga dipulihkan agar kembali menyerupai kondisi awalnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Pamong Praja adalah Wajah Negara yang Hadir Melayani Rakyat

"Dengan demikian, bangunan yang telah berusia 112 tahun ini dapat terus kita jaga kelestarian serta jejak sejarahnya," ujar Bobby.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Stasiun Tawang memiliki arti penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

Ia mengungkapkan stasiun tersebut pernah digunakan oleh Presiden Pertama RI untuk melakukan perjalanan ke berbagai daerah pada masa awal kemerdekaan.

"Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita," jelasnya.

Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan memelihara sejarahnya.

Baca Juga: Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI dan Kemenhan 2026, Ini Rincian Besaran Baru dari Prajurit hingga Jenderal

Menurutnya, pengalaman masa lalu, termasuk masa penjajahan, harus dijadikan pelajaran untuk membangun kemajuan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya melestarikan seluruh warisan budaya dan bangunan bersejarah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identitas nasional.

"Karena itu penting juga kita untuk melestarikan semua yang kita miliki, walaupun itu dari zaman dahulu. Kita harus melestarikan kuil-kuil, kita harus melestarikan semua bangunan-bangunan ribuan tahun, ratusan tahun yang lalu. Itu bagian dari sejarah kita, bagian dari identitas kita," ujarnya.

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PT KAI yang bergerak cepat dalam menyelesaikan revitalisasi bangunan bersejarah tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada direktur utama Kereta Api Indonesia yang mengambil langkah-langkah cepat, tanggap," katanya.

Baca Juga: Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN dari Keluarga Buruh hingga Petani

Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi masa depan tetapi juga berpijak pada penghormatan terhadap sejarah.

Melalui pelestarian warisan bangsa, pemerintah berupaya memastikan nilai-nilai perjuangan dan identitas Indonesia tetap hidup serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.