Penemuan Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta, Pramono Minta Penindakan Tegas

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendukung langkah aparat penegak hukum mengusut tuntas temuan ratusan senjata api dan narkoba di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Praktik semacam itu sama sekali tidak dapat ditoleransi karena mencederai dunia pendidikan. Menurutnya, temuan itu sangat mengejutkan. Selain ditemukan sekitar 995 senjata api, aparat juga mengamankan narkoba dan barang bukti lain yang kini menjadi bagian dari penyidikan.
"Apa yang terjadi di sekolah swasta di Kebayoran Lama yang ditemukan sangat mengejutkan. Senjatanya jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba dan juga ada hal lain. Pertanyaannya apakah itu boleh? Jawabannya singkat saja, sangat tidak boleh," kata Pramono, di Balai Kota Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Penemuan Ratusan Senpi di Sekolah Masalah Serius, Komisi X DPR Desak Pengetatan Pengawasan
Dia menilai, yayasan yang menaungi sekolah tersebut telah memberikan contoh buruk. Meski pihak yang diduga terlibat telah diberhentikan dari yayasan, menurut dia proses hukum tetap harus berjalan hingga tuntas.
"Yayasan ini benar-benar memberikan contoh yang tidak baik. Walaupun yang bersangkutan sudah dipecat dari yayasan, tetapi mengenai apa yang harus dilakukan, karena sudah ditangani aparat penegak hukum," ujarnya.
Aparat telah turun langsung ke lokasi, memeriksa barang bukti, dan membawa seluruh temuan untuk proses penyidikan di Polda Metro Jaya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta pun menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
Baca Juga: Amankan Demo Buruh di DPR, Kapolda Metro Jaya Larang Anggotanya Bawa Senpi
"Sudah turun di lapangan, sudah melihat bukti-bukti yang ada, dan sekarang sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. Maka Pemerintah Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya terhadap persoalan ini," tuturnya.
Pramono menegaskan, dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman bagi peserta didik, bukan justru menjadi tempat penyimpanan senjata maupun barang terlarang. Karena itu, dia meminta kasus tersebut ditangani secara tegas agar menjadi pelajaran bagi seluruh lembaga pendidikan.
"Karena apa pun, di dunia pendidikan yang seperti ini tidak boleh terjadi," kata Pramono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







