Akurat Logo

Gelombang Tinggi Hambat Bantuan Gempa NTT, Kemensos Belanja Logistik di Lokasi

Okto Rizki Alpino | 16 Agustus 2026, 20:06 WIB
Gelombang Tinggi Hambat Bantuan Gempa NTT, Kemensos Belanja Logistik di Lokasi
Wisatawan mengemasi barang dari Hotel Jayakarta usai gempa mengguncang Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Antara Foto/Gecio Viana)

AKURAT.CO Gelombang laut yang masih tinggi menghambat pengiriman bantuan melalui jalur laut bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah alternatif dengan memenuhi kebutuhan logistik langsung di daerah terdampak.

Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, mengatakan, Kemensos menggerakkan logistik dari dua titik mobilisasi, yakni Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT.

Bantuan yang disiapkan meliputi perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, serta pakaian untuk anak-anak dan perempuan.

"Untuk proses pengiriman memang ada kendala karena gelombang masih besar dan kapal belum bisa bergerak," kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan disalurkan ke Kabupaten Nagekeo. Sementara logistik dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT didistribusikan ke Maumere, Sikka, Ende, Manggarai Timur, serta wilayah lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Karena distribusi melalui jalur laut terkendala, Kemensos memenuhi sebagian kebutuhan dengan berbelanja langsung di daerah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu hingga kapal kembali dapat bergerak.

"Karena ada kendala pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui belanja di lokasi agar bantuan tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat," ujar Agus.

Baca Juga: Update Korban Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, 135 Luka-luka

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.