Tata Cara Sholat Utaqo 8 Rakaat di Bulan Syawal, Lengkap Bacaan, Doa, dan Keutamaannya

AKURAT.CO Pernah merasa setelah Ramadan justru beban hidup kembali datang—utang menumpuk, pikiran penuh, dan harapan terasa menggantung? Di momen seperti inilah banyak orang mulai mencari amalan tambahan di bulan Syawal, salah satunya tata cara sholat utaqo yang diyakini sebagai sholat pembebasan dari kesulitan.
Amalan ini bukan sekadar ritual tambahan. Dalam tradisi keilmuan Islam klasik, sholat utaqo disebut sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kemudahan hidup, pelunasan utang, hingga terkabulnya hajat. Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengerjakannya?
Apa itu Sholat Utaqo?
Sholat utaqo adalah sholat sunnah 8 rakaat yang dikerjakan di bulan Syawal sebagai bentuk permohonan pembebasan dari kesulitan dan hajat hidup.
Ringkasan pelaksanaan:
Jumlah rakaat: 8 rakaat
Salam: bisa 2 atau 4 salam
Setiap rakaat:
Membaca Al-Fatihah
Membaca Surat Al-Ikhlas 15 kali
Setelah salam:
Tasbih 70 kali
Shalawat 70 kali
Doa seperti biasa
Waktu pelaksanaan fleksibel: bisa siang atau malam, tanpa tanggal khusus di bulan Syawal.
Apa Itu Sholat Utaqo dan Asal-usulnya?
Sholat utaqo berasal dari kata “utaqa” yang berarti pembebasan. Maksudnya, pembebasan dari berbagai kesulitan hidup—termasuk utang, kegelisahan, hingga masalah duniawi.
Dikutip dari kitab Al-Ghuniyah li Thalibi Thariqil Haqq, karya Abdul Qadir al-Jailani, sholat ini memiliki keutamaan luar biasa bagi siapa yang mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.
Sementara itu, dalam kitab Zadul Ma’ad, Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjelaskan bahwa amalan seperti ini bersifat insidental—tidak wajib dan tidak terikat waktu tertentu, namun bisa diamalkan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.
Tata Cara Sholat Utaqo 8 Rakaat (Lengkap dan Sistematis)
Berikut panduan lengkap yang bisa langsung dipraktikkan:
1. Niat Sholat Utaqo
Tidak ada lafaz niat khusus yang baku, cukup dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah utaqo karena Allah SWT.
2. Jumlah Rakaat dan Salam
Total: 8 rakaat
Bisa dilakukan:
2 rakaat × 4 salam
atau 4 rakaat × 2 salam
3. Bacaan Setiap Rakaat
Di setiap rakaat:
Membaca Surat Al-Fatihah
Dilanjutkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali
4. Setelah Salam
Setelah menyelesaikan 8 rakaat:
Membaca tasbih:
Subhanallah (70 kali)
Membaca shalawat:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad (70 kali)
Dilanjutkan dengan doa sesuai hajat masing-masing
Bacaan Hadits Keutamaan Sholat Utaqo (Arab, Latin, dan Arti)
Berikut hadits yang dinukil dalam kitab karya Abdul Qadir al-Jailani:
Teks Arab:
قال النبي صلى الله عليه وسلم: والذي بعثني بالحق ما من عبد يصلي هذه الصلاة إلا أنبع الله له ينابيع الحكمة في قلبه وأنطق به لسانه وأراه داء الدنيا ودواءها...
Latin:
Qāla an-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wasallam: walladzī ba‘atsanī bil-ḥaqq mā min ‘abdin yuṣallī hādzihish-ṣalāh illā anba‘allāhu lahu yanābī‘al-ḥikmati fī qalbih...
Artinya:
“Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, tidaklah seorang hamba mengerjakan sholat ini kecuali Allah akan mengalirkan mata air hikmah di dalam hatinya, menggerakkan lisannya untuk berkata penuh hikmah, serta memperlihatkan penyakit dan obat dunia kepadanya…”
Dalam lanjutan hadits disebutkan:
Dosa diampuni
Jika wafat, mendapat kematian seperti syahid
Dimudahkan perjalanan
Dilunasi utangnya
Dikabulkan hajatnya
Keutamaan Sholat Utaqo yang Jarang Diketahui
Sholat ini sering disebut sebagai “sholat pembebasan” karena manfaat spiritualnya sangat luas:
Membuka jalan keluar dari kesulitan hidup
Membantu pelunasan utang
Menguatkan ketenangan batin
Mendatangkan hikmah dan kebijaksanaan
Mendapat balasan taman di surga
Bahkan dalam riwayat disebutkan bahwa setiap bacaan akan dibalas dengan “makhrafah”—taman luas di surga yang tak terhingga.
Waktu Pelaksanaan Sholat Utaqo
Tidak seperti ibadah tertentu yang terikat waktu, sholat utaqo memiliki fleksibilitas:
Bisa dilakukan siang atau malam
Tidak terikat tanggal tertentu di bulan Syawal
Bisa diamalkan kapan saja selama bulan tersebut
Inilah yang membuatnya mudah diamalkan oleh siapa saja.
Insight: Kenapa Sholat Ini Relevan di Zaman Sekarang?
Menariknya, sholat utaqo justru terasa semakin relevan di era modern.
Setelah Ramadan, banyak orang menghadapi realitas:
Pengeluaran Lebaran meningkat
Utang konsumtif bertambah
Tekanan finansial mulai terasa
Di sisi lain, manusia tetap membutuhkan pegangan batin. Sholat utaqo menjadi simbol bahwa solusi hidup tidak hanya soal kerja keras, tapi juga doa dan ketenangan spiritual.
Contoh Nyata: Ikhtiar Batin di Tengah Tekanan Hidup
Bayangkan seseorang yang setelah Lebaran harus menghadapi cicilan, kebutuhan keluarga, dan tekanan kerja.
Secara logika, ia perlu:
Bekerja lebih keras
Mengatur keuangan
Namun di saat yang sama, ia juga butuh ketenangan batin. Di sinilah sholat utaqo menjadi pelengkap: bukan pengganti usaha, tapi penguat harapan.
Implikasi: Kenapa Amalan Ini Penting?
Sholat utaqo bukan sekadar ritual tambahan.
Ia menjadi refleksi bahwa:
Hidup tidak sepenuhnya bisa dikontrol manusia
Ada ruang untuk berharap dan bersandar
Keseimbangan antara usaha dan doa adalah kunci
Bagi generasi muda yang sering terjebak tekanan finansial dan mental, amalan seperti ini bisa menjadi bentuk “reset spiritual”.
Penutup Reflektif
Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan, manusia sering lupa bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan logika semata.
Ada ruang sunyi, ada doa, dan ada harapan yang bekerja dalam diam.
Mungkin sholat utaqo bukan solusi instan. Tapi ia mengajarkan satu hal penting: bahwa setiap usaha akan terasa lebih ringan ketika disertai keyakinan.
Pantau terus amalan-amalan di bulan Syawal—bisa jadi, di situlah titik balik yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Niat hingga Doa
Baca Juga: Sholat Malam Apa Saja? Ini Jenis dan Urutan yang Dianjurkan Lengkap dengan Niatnya
FAQ
1. Apa itu sholat utaqo dan apa tujuannya?
Sholat utaqo adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon pembebasan dari kesulitan hidup, seperti utang, masalah finansial, atau hajat tertentu. Dalam praktiknya, amalan ini banyak dilakukan di bulan Syawal sebagai bentuk ikhtiar batin setelah Ramadan, dengan harapan mendapatkan ampunan, kemudahan rezeki, dan ketenangan hati.
2. Sholat utaqo berapa rakaat dan bagaimana pelaksanaannya?
Jumlah rakaat sholat utaqo adalah 8 rakaat, yang bisa dikerjakan dengan 2 atau 4 kali salam. Pada setiap rakaat, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali. Setelah selesai, dilanjutkan dengan dzikir tasbih 70 kali dan shalawat 70 kali, kemudian ditutup dengan doa.
3. Kapan waktu terbaik melaksanakan sholat utaqo di bulan Syawal?
Sholat utaqo dapat dilakukan kapan saja di bulan Syawal, baik siang maupun malam, karena tidak ada ketentuan waktu khusus. Fleksibilitas ini membuat amalan sholat sunnah Syawal ini mudah diamalkan oleh siapa saja sesuai dengan waktu luang masing-masing.
4. Apa keutamaan sholat utaqo menurut ulama?
Keutamaan sholat utaqo disebutkan dalam kitab karya Abdul Qadir al-Jailani, di antaranya adalah diampuni dosa, diberikan hikmah, dimudahkan urusan, dilunasi utang, dan dikabulkan hajat. Bahkan disebutkan bahwa orang yang mengamalkannya bisa mendapatkan balasan besar berupa taman di surga.
5. Apakah sholat utaqo harus dilakukan di malam hari?
Tidak harus. Sholat utaqo bisa dikerjakan baik di siang maupun malam hari. Tidak ada batasan waktu tertentu dalam pelaksanaannya, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan masing-masing, selama masih berada di bulan Syawal.
6. Apakah ada doa khusus setelah sholat utaqo?
Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah sholat utaqo. Namun, setelah dzikir tasbih dan shalawat, dianjurkan untuk berdoa sesuai hajat masing-masing, seperti memohon kelapangan rezeki, pelunasan utang, atau kemudahan hidup.
7. Apakah sholat utaqo termasuk amalan yang wajib dilakukan?
Sholat utaqo bukan amalan wajib, melainkan sholat sunnah yang bersifat insidental. Artinya, ibadah ini boleh dikerjakan sebagai tambahan untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan. Hal ini juga dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah bahwa amalan seperti ini tidak bersifat tetap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





