Akurat
Pemprov Sumsel

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, dan Doa yang Benar

Idham Nur Indrajaya | 3 April 2026, 08:03 WIB
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, dan Doa yang Benar
Tata cara sholat dhuha lengkap: niat, bacaan, doa, dan waktu terbaik. Panduan praktis mudah dipahami untuk pemula. Ilustrasi Gemini AI

AKURAT.CO Pernah merasa pagi sudah sibuk, tapi hati tetap kosong? Di tengah rutinitas kerja, sekolah, atau scroll media sosial, banyak orang lupa ada satu amalan ringan yang justru sering dikaitkan dengan kelapangan rezeki: sholat dhuha. Menariknya, ibadah ini bisa dilakukan hanya dalam beberapa menit—tanpa ribet, tapi dampaknya terasa dalam keseharian.

Sholat dhuha bukan sekadar rutinitas tambahan. Ia seperti “reset” di pagi hari—memberi jeda, menenangkan pikiran, sekaligus menjadi bentuk ikhtiar spiritual yang sering diabaikan.


Ringkasan Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari, mulai setelah matahari naik hingga sebelum masuk waktu dzuhur.

Ringkasan tata cara sholat dhuha:

  • Niat dalam hati saat takbiratul ihram

  • Membaca Al-Fatihah

  • Membaca surat pendek (disarankan Asy-Syams atau Ad-Dhuha)

  • Rukuk, i’tidal, sujud, duduk, sujud

  • Mengulang untuk rakaat kedua

  • Tasyahud akhir dan salam

Jumlah rakaat:

  • Minimal: 2 rakaat

  • Maksimal: 12 rakaat (dikerjakan 2 rakaat salam)


Apa Itu Sholat Dhuha dan Waktu Pelaksanaannya

Dikutip dari NU Online, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik setinggi tombak hingga sebelum tergelincir (zawal).

Artinya, waktu terbaik sholat dhuha berada di:

  • Sekitar pukul 07.00 – 11.00 pagi (tergantung wilayah)

Menariknya, waktu ini sering menjadi “waktu kosong” dalam rutinitas—di sinilah dhuha hadir sebagai pengisi spiritual di tengah aktivitas dunia.


Niat Sholat Dhuha 2 dan 4 Rakaat (Arab, Latin, Arti)

Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatad dhahâ rak'ataini lillâhi ta'âlâ.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta'ala.”


Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatadh Dhuhaa arba'aa roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta'ala.”


Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat (Step-by-Step)

Berikut langkah mudah yang bisa langsung dipraktikkan:

  1. Niat dalam hati saat takbiratul ihram

  2. Membaca doa iftitah

  3. Membaca Al-Fatihah

  4. Membaca surat pendek (misalnya Asy-Syams)

  5. Rukuk

  6. I’tidal

  7. Sujud pertama

  8. Duduk di antara dua sujud

  9. Sujud kedua

  10. Berdiri untuk rakaat kedua

  11. Membaca Al-Fatihah

  12. Membaca surat pendek (misalnya Ad-Dhuha)

  13. Rukuk

  14. I’tidal

  15. Sujud

  16. Duduk di antara dua sujud

  17. Sujud kedua

  18. Tasyahud akhir

  19. Salam


Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Sholat dhuha 4 rakaat dilakukan dengan 2 rakaat salam, lalu dilanjutkan 2 rakaat lagi.

Alurnya sama seperti 2 rakaat, hanya diulang dua kali.
Disarankan membaca surat berbeda di tiap rakaat agar lebih variatif.


Bacaan Surat Pendek untuk Sholat Dhuha

Surat Asy-Syams (Contoh Ayat Awal)

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَا

Latin: wasy-syamsi wa dluḥâhâ
Artinya: “Demi matahari dan sinarnya pada waktu dhuha”


Surat Ad-Dhuha (Contoh Ayat Awal)

وَالضُّحٰى

Latin: wadl-dluḥâ
Artinya: “Demi waktu dhuha”


Catatan:
Anda boleh membaca surat lain. Namun kedua surat ini sering dianjurkan karena relevan dengan waktu dhuha.


Doa Setelah Sholat Dhuha (Arab, Latin, Arti)

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك ...

Latin:
Allahumma innad Dhuhaa Dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka...

Artinya (ringkas):
Memohon kelapangan rezeki, kemudahan hidup, dan keberkahan dari Allah.

Doa ini populer karena mengandung permohonan:

  • Rezeki yang halal

  • Kemudahan urusan

  • Perlindungan hidup


Keutamaan Sholat Dhuha yang Jarang Disadari

Sholat dhuha sering dikaitkan dengan rezeki, tapi sebenarnya lebih luas dari itu:

  • Setara sedekah untuk seluruh tubuh

  • Membuka ketenangan pikiran

  • Membentuk disiplin spiritual pagi

  • Mengisi waktu produktif dengan ibadah


Insight: Dhuha Bukan Soal Rezeki Saja

Banyak orang menjalankan dhuha karena ingin rezeki lancar. Itu tidak salah. Tapi jika hanya fokus pada hasil, esensi ibadahnya justru hilang.

Dhuha sebenarnya adalah latihan konsistensi.
Di saat orang lain sibuk mengejar dunia, ada momen kecil untuk berhenti—dan itu yang sering jadi pembeda.


Contoh Nyata dalam Kehidupan

Bayangkan seorang karyawan dengan jadwal padat. Setiap pagi, sebelum mulai kerja, ia menyempatkan 10 menit untuk dhuha.

Hasilnya?

  • Lebih fokus saat kerja

  • Lebih tenang menghadapi tekanan

  • Ada “ruang napas” di tengah kesibukan

Hal sederhana, tapi efeknya terasa.


Kenapa Ini Penting untuk Kamu?

Di era serba cepat:

  • Banyak orang burnout

  • Fokus mudah hilang

  • Tekanan hidup meningkat

Sholat dhuha bisa jadi “ritual kecil” yang:

  • Menjaga mental tetap stabil

  • Menghubungkan kembali ke tujuan hidup

  • Memberi makna di tengah rutinitas


Penutup Reflektif

Mungkin selama ini kita mencari ketenangan dari hal besar—liburan, hiburan, atau pencapaian. Padahal, bisa jadi jawabannya ada di rutinitas kecil yang sering dilewatkan.

Sholat dhuha bukan tentang banyaknya rakaat, tapi tentang konsistensi yang pelan-pelan membentuk hidup.

Di tengah kesibukan, berani berhenti sejenak untuk dhuha mungkin jadi langkah sederhana yang paling berdampak.


Baca Juga: Tata Cara Sholat Utaqo 8 Rakaat di Bulan Syawal, Lengkap Bacaan, Doa, dan Keutamaannya

Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud untuk Pemula: Panduan Lengkap dari Niat hingga Doa

FAQ

1. Bagaimana tata cara sholat dhuha yang benar untuk pemula?

Tata cara sholat dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, dimulai dari niat dalam hati saat takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, dilanjutkan surat pendek, lalu rukuk, i’tidal, sujud, hingga tasyahud dan salam. Untuk pemula, cukup lakukan 2 rakaat terlebih dahulu agar lebih mudah dan konsisten.


2. Berapa rakaat minimal dan maksimal sholat dhuha?

Jumlah rakaat sholat dhuha minimal adalah 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, yang dikerjakan dengan pola 2 rakaat salam. Banyak orang memulai dari 2 atau 4 rakaat karena lebih ringan, lalu meningkatkannya seiring kebiasaan.


3. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha?

Waktu sholat dhuha dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur. Waktu terbaik biasanya ketika matahari sudah mulai naik dan terasa hangat, sekitar pukul 08.00–10.00 pagi, karena dianggap lebih utama dan penuh keberkahan.


4. Apakah bacaan sholat dhuha harus surat tertentu?

Tidak ada kewajiban membaca surat tertentu dalam sholat dhuha. Namun, banyak yang menganjurkan membaca Surat Asy-Syams dan Ad-Dhuha karena sesuai dengan tema waktu pagi, meskipun tetap boleh membaca surat lain sesuai kemampuan.


5. Apa saja doa setelah sholat dhuha yang dianjurkan?

Doa setelah sholat dhuha biasanya berisi permohonan rezeki, kemudahan, dan keberkahan hidup. Salah satu doa yang populer adalah “Allahumma innad dhuhaa dhuha uka…” yang memohon agar rezeki yang sulit dipermudah dan yang jauh didekatkan oleh Allah.


6. Apakah boleh sholat dhuha dilakukan setiap hari?

Sholat dhuha sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin setiap hari karena termasuk amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Konsistensi dalam menjalankannya justru lebih penting dibanding jumlah rakaat yang banyak namun jarang dilakukan.


7. Apa keutamaan sholat dhuha dalam kehidupan sehari-hari?

Keutamaan sholat dhuha tidak hanya berkaitan dengan rezeki, tetapi juga membantu menjaga ketenangan hati, meningkatkan fokus, serta menjadi bentuk sedekah bagi seluruh anggota tubuh. Dalam kehidupan modern yang serba sibuk, dhuha bisa menjadi momen penting untuk menyeimbangkan dunia dan spiritualitas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.