Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat Lengkap dengan Niat, Doa, dan Keutamaannya

AKURAT.CO Pernah merasa ibadah malam sudah panjang—tarawih atau tahajud sudah dikerjakan—tapi masih ada yang terasa “kurang lengkap”? Di situlah sholat witir menjadi penting. Banyak orang rutin melakukannya, terutama saat Ramadhan, tetapi belum benar-benar memahami detail niat, jumlah rakaat, hingga bacaan yang dianjurkan.
Padahal, sholat witir bukan sekadar penutup ibadah malam. Ia punya kedudukan istimewa dalam Islam, bahkan sebagian ulama menyebutnya wajib. Memahami tata cara yang benar bukan hanya soal sah atau tidaknya ibadah, tapi juga tentang kualitas dan kekhusyukan.
Ringkasan: Tata Cara Sholat Witir
Sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup sholat malam.
Ringkasnya:
Jumlah rakaat: minimal 1, maksimal 11 (umumnya 3 rakaat)
Waktu: setelah Isya hingga sebelum Subuh
Cara:
3 rakaat langsung (washal), atau
2 rakaat salam + 1 rakaat salam (fashal)
Bacaan surat (3 rakaat):
Rakaat 1: Al-A’la
Rakaat 2: Al-Kafirun
Rakaat 3: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Hukum dan Keutamaan Sholat Witir
Sholat witir termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan dalam mazhab Hanafi, hukumnya dianggap wajib. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya: “Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil.” (HR Khuzaimah)
Dikutip dari berbagai kitab fikih seperti Fathul Mu’in, sholat witir memiliki keutamaan besar:
Lebih berharga dari harta dunia
Menjadi penyempurna sholat malam
Dicintai Allah SWT
Rutin dilakukan Nabi setiap malam
Jumlah Rakaat Sholat Witir
Jumlah rakaat witir fleksibel, tetapi tetap dalam batas tertentu.
Minimal: 1 rakaat
Paling sempurna: 3 rakaat
Lebih utama: 5, 7, 9 rakaat
Maksimal: 11 rakaat
Dalil dari Aisyah RA:
مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ... ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثاً
Artinya: “Rasulullah SAW tidak pernah menambah (shalat malam) lebih dari 11 rakaat... kemudian beliau shalat witir 3 rakaat.” (HR Muslim)
Dalam praktik sehari-hari, mayoritas umat Islam di Indonesia melaksanakan witir 3 rakaat, terutama saat Ramadhan.
Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat
Ada dua metode utama dalam tata cara sholat witir:
1. Cara Washal (3 Rakaat Sekaligus)
Niat
Takbiratul ihram
Rakaat pertama hingga kedua seperti biasa
Tidak salam di rakaat kedua
Lanjut rakaat ketiga
Tasyahud akhir
Salam
2. Cara Fashal (2 Rakaat + 1 Rakaat)
Sholat 2 rakaat, lalu salam
Dilanjutkan 1 rakaat, lalu salam
Cara ini dinilai lebih utama oleh sebagian ulama karena lebih mendekati praktik sholat sunnah lainnya.
Bacaan Niat Sholat Witir
Niat 3 Rakaat Sekaligus
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Aku shalat sunat witir tiga rakaat karena Allah ta’ala.
Niat 2 Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatam minal witri rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat shalat witir dua rakaat karena Allah.
Niat 1 Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatal witri rak’atal lillahi ta’ala
Artinya: Aku niat shalat witir satu rakaat karena Allah.
Bacaan Surat yang Dianjurkan
Jika melaksanakan witir 3 rakaat:
Rakaat 1: Al-A’la
Rakaat 2: Al-Kafirun
Rakaat 3: Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Bacaan ini dianjurkan dalam kitab-kitab fikih sebagai bentuk kesempurnaan ibadah.
Waktu Sholat Witir
Waktu witir dimulai setelah sholat Isya hingga terbit fajar.
Jika yakin bangun malam → lebih utama di akhir malam
Jika tidak yakin → lebih baik sebelum tidur
Dalam Fathul Mu’in disebutkan bahwa mengakhirkan witir lebih utama bagi yang mampu bangun malam.
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Witir
Dzikir (3x)
سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ
Latin: Subhānal malikil quddūs
Artinya: Maha Suci Raja Yang Maha Suci
Doa
اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ...
Latin: Allahumma inni a’udzu biridhaaka min sakhathika...
Artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu...
Bacaan Tambahan
لَا إِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku termasuk orang zalim
Disarankan dibaca hingga 40 kali.
Banyak yang Rutin Witir, Tapi Belum Paham
Fenomena yang sering terjadi—terutama saat Ramadhan—adalah banyak orang melaksanakan witir berjamaah, tapi tidak benar-benar memahami perbedaan antara washal dan fashal, atau bahkan tidak tahu bacaan yang dianjurkan.
Ibadah yang dilakukan berulang tanpa pemahaman bisa membuat kita kehilangan makna. Sebaliknya, memahami tata cara sholat witir secara benar justru membuka peluang ibadah yang lebih khusyuk dan bernilai.
Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan seseorang ikut tarawih di masjid. Imam membaca witir 3 rakaat tanpa salam di tengah. Sementara di masjid lain, witir dilakukan 2 rakaat lalu 1 rakaat.
Tanpa pengetahuan, hal ini bisa membingungkan. Padahal keduanya benar, hanya berbeda metode.
Kenapa Ini Penting untuk Dipahami?
Memahami tata cara sholat witir bukan sekadar teori. Dampaknya nyata:
Ibadah lebih tenang dan tidak ragu
Terhindar dari kesalahan praktik
Lebih khusyuk dalam beribadah
Menambah kualitas hubungan spiritual
Penutup Reflektif
Sholat witir bukan sekadar penutup ibadah malam, tapi penanda kesungguhan seseorang dalam mendekatkan diri kepada Allah. Di tengah rutinitas dan kesibukan, satu rakaat witir bisa menjadi pembeda antara hari yang biasa dan hari yang penuh makna.
Pertanyaannya, apakah kita hanya menjalankan rutinitas, atau benar-benar memahami dan menghidupkan ibadah itu?
Pantau terus dan dalami amalan-amalan sederhana seperti ini—karena justru di situlah letak kualitas ibadah kita.
FAQ
1. Apa itu sholat witir dan kenapa dianjurkan?
Sholat witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan sebagai penutup ibadah malam. Amalan ini sangat dianjurkan karena menjadi penyempurna sholat seperti tarawih atau tahajud, bahkan dalam beberapa pendapat ulama dianggap wajib. Selain itu, witir juga termasuk ibadah yang rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW.
2. Bagaimana tata cara sholat witir 3 rakaat yang benar?
Tata cara sholat witir 3 rakaat bisa dilakukan dengan dua metode, yaitu langsung tiga rakaat (washal) tanpa salam di tengah, atau dipisah menjadi 2 rakaat salam lalu 1 rakaat (fashal). Kedua cara ini sama-sama sah, tinggal menyesuaikan dengan kebiasaan atau pemahaman yang diikuti.
3. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat witir?
Waktu sholat witir dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar. Waktu terbaik adalah di akhir malam bagi yang mampu bangun untuk tahajud, karena ibadah di waktu tersebut lebih utama dan disaksikan malaikat. Namun jika khawatir tidak bangun, witir boleh dilakukan sebelum tidur.
4. Apakah sholat witir harus selalu 3 rakaat?
Tidak harus. Jumlah rakaat witir minimal adalah 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Namun, 3 rakaat menjadi pilihan yang paling umum karena dianggap sebagai jumlah minimal yang mendekati kesempurnaan dalam pelaksanaan sholat witir.
5. Apa saja bacaan yang dianjurkan dalam sholat witir?
Dalam sholat witir 3 rakaat, dianjurkan membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, serta Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat ketiga. Bacaan ini tidak wajib, tetapi menjadi sunnah yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.
6. Apakah boleh sholat witir setelah sholat tahajud?
Boleh, bahkan sangat dianjurkan. Sholat witir sebaiknya menjadi penutup dari seluruh rangkaian sholat malam, termasuk setelah tahajud. Itulah sebabnya banyak ulama menyarankan mengakhirkan witir jika yakin bisa bangun di malam hari.
7. Apa doa setelah sholat witir yang dianjurkan?
Setelah sholat witir, dianjurkan membaca dzikir seperti “Subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali, kemudian dilanjutkan doa perlindungan kepada Allah. Selain itu, bacaan “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin” juga sering diamalkan sebagai bentuk pengakuan dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







