Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Sunnah: 5 Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

AKURAT.CO Banyak orang datang menjenguk, duduk sebentar, lalu pulang tanpa benar-benar tahu apa yang sebaiknya diucapkan. Akhirnya, kunjungan terasa formal—bukan menenangkan.
Padahal dalam Islam, doa menjenguk orang sakit bukan sekadar pelengkap. Ia adalah inti dari empati, bahkan bagian dari ikhtiar kesembuhan.
Rasulullah SAW tidak hanya menjenguk, tetapi juga mengajarkan doa-doa spesifik sesuai kondisi orang yang sakit.
Jawaban Cepat: Apa Itu Doa Menjenguk Orang Sakit?
Doa menjenguk orang sakit adalah bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kesembuhan kepada Allah SWT saat mengunjungi orang sakit.
Ciri utamanya:
Mengandung permohonan kesembuhan (syifa)
Dibaca langsung di hadapan pasien
Bisa disesuaikan dengan kondisi orang sakit
Contoh doa utama (HR Bukhari & Muslim):
Allahumma rabbannas adzhibil ba’sa, isyfi anta syafi…
Artinya: Memohon agar Allah menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan sempurna.
Apa Saja Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Sunnah?
Berikut beberapa doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, lengkap dengan konteks penggunaannya:
1. Doa Memohon Kesembuhan Total
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي...
Latin:
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi anta syāfi...
Arti:
“Wahai Tuhan manusia, hilangkan penyakit. Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh…”
📌 Kapan dibaca?
Saat kondisi pasien cukup berat atau butuh penguatan spiritual.
Sumber: HR Bukhari & Muslim, juga dikutip dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi.
2. Doa Ruqyah Ringkas
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ...
Arti:
“Hilangkan penyakit ini, wahai Tuhan manusia. Di tangan-Mu lah kesembuhan…”
📌 Insight penting:
Doa ini menunjukkan bahwa kesembuhan bukan dari manusia, tapi otoritas penuh Allah.
3. Doa Dibaca 7 Kali (Sangat Dianjurkan)
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ... أَنْ يَشْفِيَكَ
Latin:
As’alullāhal ‘azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yasyfiyaka.
Arti:
“Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung agar menyembuhkanmu.”
📌 Kenapa 7 kali? (Insight unik)
Pengulangan dalam Islam bukan tanpa makna:
memperkuat fokus
meningkatkan keikhlasan
memberi efek psikologis pada pasien (merasa didoakan serius)
Sumber: HR Abu Dawud & At-Tirmidzi
4. Doa Menyebut Nama Orang Sakit
اللَّهُمَّ اشْفِ (nama)
Contoh:
“Allahummasyfi Ahmad…”
📌 Kenapa ini penting?
Lebih personal
Memberi efek emosional kuat
Pasien merasa diperhatikan secara spesifik
Rasulullah pernah melakukannya saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash (HR Muslim)
5. Doa Penghapus Dosa
لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Arti:
“Tidak apa-apa, semoga menjadi penghapus dosa.”
📌 Makna mendalam:
Mengubah cara pandang terhadap sakit
Dari “beban” → menjadi “proses penyucian”
Sumber: HR Bukhari
Kenapa Rasulullah Membaca Doa yang Berbeda-beda?
Ini poin yang sering tidak dibahas.
👉 Rasulullah SAW tidak menggunakan satu doa untuk semua kondisi.
Insight penting:
Doa disesuaikan dengan:
kondisi fisik pasien
kondisi mental pasien
hubungan emosional
Artinya:
Doa bukan ritual kaku, tapi pendekatan empati.
➡️ Jika pasien lemah → doa lembut
➡️ Jika pasien butuh semangat → doa motivatif
➡️ Jika pasien gelisah → doa menenangkan
👉 Inilah yang bisa disebut sebagai “spiritual intelligence dalam sunnah”.
Bagaimana Cara Menjenguk Orang Sakit yang Benar?
Bukan hanya soal datang—tapi bagaimana bersikap.
Praktik yang dianjurkan:
Datang di waktu yang tepat (tidak mengganggu)
Tidak berlama-lama
Berbicara lembut
Membaca doa secara langsung
Memberi semangat, bukan menakut-nakuti
Kesalahan umum di lapangan:
Datang ramai-ramai (pasien justru lelah)
Membahas penyakit secara detail (memicu kecemasan)
Tidak membaca doa sama sekali
Apakah Sedekah Benar Bisa Menyembuhkan Penyakit?
Hadis menyebutkan:
“Obatilah orang sakit dengan sedekah.” (HR Abu Dawud)
Tapi bagaimana memahaminya?
👉 Ini bukan “sedekah = obat medis”
👉 Tapi:
Penjelasan yang lebih dalam:
Sedekah → meningkatkan kebahagiaan
Bahagia → meningkatkan hormon positif
Hormon positif → meningkatkan imunitas
👉 Jadi ada:
efek spiritual
efek psikologis
efek biologis
Inilah yang jarang dijelaskan di artikel umum.
Simulasi Nyata: Situasi Menjenguk di Rumah Sakit
Bayangkan Anda menjenguk teman:
Ia terlihat lemah
Ruangan sunyi
Wajahnya cemas
Apa yang biasanya terjadi?
❌ Orang datang, duduk, lalu bingung bicara apa
Yang seharusnya dilakukan:
Duduk dekat (tidak terlalu ramai)
Ucapkan doa pelan
Sebut namanya
Berikan kalimat ringan:
“InsyaAllah ini jadi penggugur dosa ya…”
👉 Efeknya?
Pasien lebih tenang
Hubungan lebih hangat
Doa terasa “hidup”, bukan formalitas
Kenapa Sunnah Ini Justru Semakin Relevan di Era Digital?
Hari ini:
komunikasi banyak lewat chat
empati sering digantikan emoji
interaksi fisik makin berkurang
👉 Menjenguk orang sakit jadi langka tapi bernilai tinggi
Implikasinya:
memperkuat hubungan sosial
meningkatkan kesehatan mental
menciptakan koneksi manusia yang nyata
👉 Dalam bahasa modern:
Ini adalah bentuk “social healing” yang hilang di era digital.
Insight Penting: Doa Itu Bukan Sekadar Kata-kata
Banyak orang menganggap doa hanya ritual.
Padahal:
doa = komunikasi dengan Tuhan
doa = dukungan emosional
doa = energi psikologis
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa:
👉 kata-kata yang tepat di waktu yang tepat bisa menyembuhkan lebih dari sekadar fisik
Penutup: Lebih dari Sekadar Menjenguk
Menjenguk orang sakit bukan hanya sunnah, tapi latihan empati yang nyata.
Di saat banyak orang tidak tahu harus berkata apa, Islam justru sudah memberi panduan lengkap—mulai dari doa, adab, hingga cara bersikap.
Pertanyaannya sekarang:
👉 Apakah kita masih menjenguk dengan hati, atau hanya sekadar hadir?
Pantau terus pembahasan seperti ini untuk memahami praktik Islam yang relevan dengan kehidupan modern.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat Lengkap dengan Niat, Doa, dan Keutamaannya
Baca Juga: Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap: Bacaan, Urutan, dan Doa Sesuai Sunnah
FAQ
1. Apa doa menjenguk orang sakit yang paling utama menurut sunnah?
Doa menjenguk orang sakit yang paling utama adalah bacaan yang diriwayatkan dalam hadis sahih seperti “Allahumma rabbannas adzhibil ba’sa isyfi anta syafi…”. Doa ini memohon langsung kepada Allah sebagai satu-satunya penyembuh. Dalam praktiknya, doa ini sering dibaca saat kondisi pasien cukup serius karena maknanya mencakup permohonan kesembuhan total tanpa sisa penyakit.
2. Berapa kali doa kesembuhan sebaiknya dibaca saat menjenguk orang sakit?
Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dianjurkan membaca doa “As’alullāhal ‘azhīma…” sebanyak 7 kali di hadapan orang sakit. Pengulangan ini bukan sekadar ritual, tetapi bertujuan memperkuat doa, meningkatkan fokus, dan memberi efek psikologis pada pasien agar merasa lebih diperhatikan dan didukung secara spiritual.
3. Apakah doa menjenguk orang sakit harus menggunakan bahasa Arab?
Doa menjenguk orang sakit memang dianjurkan menggunakan lafal Arab sesuai sunnah karena berasal dari Rasulullah SAW. Namun, jika tidak mampu, boleh menggunakan bahasa sendiri dengan makna yang sama. Yang terpenting adalah niat, keikhlasan, dan keyakinan bahwa kesembuhan datang dari Allah, bukan sekadar dari bacaan doa itu sendiri.
4. Kapan waktu terbaik membaca doa untuk orang sakit?
Waktu terbaik membaca doa untuk orang sakit adalah saat menjenguk langsung, terutama ketika suasana tenang seperti pagi atau sore hari. Pada waktu tersebut, kondisi pasien biasanya lebih stabil sehingga doa bisa disampaikan dengan khusyuk. Selain itu, doa juga bisa dibaca kapan saja, termasuk dari jarak jauh, selama dilakukan dengan penuh keikhlasan.
5. Apakah boleh menyebut nama orang yang sakit dalam doa?
Menyebut nama orang yang sakit dalam doa sangat dianjurkan karena pernah dicontohkan Rasulullah SAW saat mendoakan sahabatnya. Dengan menyebut nama, doa menjadi lebih personal dan spesifik, sehingga memberi efek emosional yang lebih kuat bagi pasien. Ini juga menunjukkan perhatian yang tulus, bukan sekadar doa umum.
6. Apa saja adab penting saat menjenguk orang sakit dalam Islam?
Adab menjenguk orang sakit meliputi memilih waktu yang tepat, tidak berlama-lama, menjaga ucapan, serta membaca doa kesembuhan. Selain itu, penting untuk memberikan semangat tanpa menakut-nakuti pasien. Hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan dan tidak datang beramai-ramai juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan orang yang sedang sakit.
7. Benarkah sedekah bisa membantu menyembuhkan penyakit?
Dalam hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk kesembuhan penyakit. Secara spiritual, sedekah membuka pintu rahmat Allah, sementara secara psikologis dapat meningkatkan perasaan bahagia yang berdampak pada imunitas tubuh. Jadi, sedekah bukan pengganti pengobatan medis, tetapi pelengkap yang memperkuat proses penyembuhan secara menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









