Bunga Ini Tumbuh Subur Di Antartika, Pertanda Buruk?

AKURAT.CO Beberapa waktu terakhir dunia digemparkan dengan tumbuhnya bunga di Antartika.
Antartika merupakan daerah ekstrem yang tidak ramah untuk sebuah kehidupan karena suhu yang rendah dan selalu tertutup es. Namun, bunga Colobanthus dan Deschampsia malah tumbuh subur di Antartika dan cenderung naik populasinya.
Di tengah suhu Antartika yang berada di bawah nol derajat, Colobanthus dan Deschampsia berhasil melakukan fotosintesis dengan sempurna.
Dalam sebuah penelitian yang meneliti tingkat populasi Colobanthus dan Deschampsia di Antartika, populasi keduanya memang dikatakan mengalami perubahan selama 10 tahun terakhir. Hal ini berkaitan dengan pemanansan global yang membuat es di Antartika mencair sehingga suhu naik.
Baca Juga: 7 Fakta Unik Antartika, Belahan Dunia Yang Berdiri Sendiri
Dalam penelitian yang dilakukan Nicoletta Cannone, seorang profesor ekologi di Universitas Insubria, menjelaskan fakta bahwa Colobanthus dan Deschampsia menyebar lebih cepat beberapa waktu terakhir.
Cannone menjelaskan, Colombanthus mengalami perubahan dengan tumbuh tiga kali lebih cepat. Sementara Deschampsia mengalami peningkatan penyebarannya yang lebih luas di benua tersebut.
Cannone berpendapat, pertumbuhan dan penyebaran tanaman di Antartika yang menjadi semakin cepat merupakan bukti nyata dari percepatan respons ekosistem yang berubah akibat dari peningkatan suhu bumi. Dirinya juga menegaskan jika pemanasan akan suhu bumi terus menerus berlanjut maka dapat diperkirakan bahwa ekosistem di Antartika akan mengalami perubahan yang signifikan.
Tumbuhnya Colobanthus dan Deschampsia di Antartika masuk ke dalam indikasi fakta bahwa Bumi mengalami krisis iklim karena tumbuhan tidak memiliki kemampuan untuk berpindah ke daerah lain dan beradaptasi seperti hewan.
Tumbuhan akan tumbuh dan berkembang di tempat yang mereka bisa tempati tergantung pada (kondisi tanah, suhu dan semacamnya).
Hal itu menjadi sebuah alasan kemunculan Colobanthus dan Descampsia menjadi pertanda buruk dalam hal krisi iklim yang akan mengubah ekosistem Bumi. (Sastra Yudha Muhidin)
Baca Juga: Makin Polutif! Mikroplastik Ada di Salju Segar Antartika
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






