Bantuan Kapal Induk AS Tiba Di Mediterania Timur Lawan Hamas Palestina

AKURAT.CO Perang antara Israel dan Hamas meletus setelah serangan mendadak oleh militan Palestina pada Sabtu (7/10/2023). Pasukan militan tersebut berhasil menyusup ke 22 kota dan pangkalan militer di Israel. Tidak hanya itu, mereka juga menyandera beberapa warga sipil dan tentara Israel.
Aksi pasukan Hamas telah memicu kemarahan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan menyatakan perang untuk balas dendam.
Dikutip dari beberapa sumber, Rabu (11/10/2023), Perang antara Israel dan Hamas Palestina telah memakan banyak korban jiwa dengan total lebih dari 3.000 orang tewas. Diperkirakan angka tersebut akan terus bertambah seiring berlanjutnya konflik.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden secara tegas mendeklarasikan dukungannya kepada negara Israel dan berjanji untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
Amerika Serikat diketahui telah mengirim sejumlah bantuan berupa pertahanan udara, amunisi dan peralatan militer lainnya, termasuk kapal induk USS Gerald R. Ford yang tiba di kawasan Mediterania Timur pada Rabu (11/10/2023) dini hari.
Kedatangan kapal induk dikonfirmasi langsung oleh Komando Pusat AS, Jenderal Michael Kurilla.
Kapal tersebut diketahui mencakup delapan skuadron pesawat serang dan pendukung beserta kapal penjelajah USS Normandy, kapal perusak USS Thomas Hudner, USS Ramage, USS Carney dan USS Roosevelt.
Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin memerintahkan kapal induk USS Gerald R Ford yang bertenaga nuklir itu untuk berlayar ke perairan Mediterania Timur untuk membantu Israel.
Selain itu, pesawat pertama yang membawa amunisi canggih AS telah mendarat di Israel. Pengiriman bantuan tersebut bertujuan untuk melawan Hamas Palestina.
Berbagai bantuan dari AS mendapatkan respon keras dari kelompok Hamas Palestina. Menurut juru bicara Hamas, Hazem Kassem menyatakan bahwa pasukannya tidak takut dan berkomitmen untuk terus membela rakyat dan tempat-tempat suci mereka.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan turut mengecam tindakan Amerika Serikat yang mengirim kapal induk untuk mendukung Israel dalam konflik melawan Hamas Palestina.
Lebih lanjut, Erdogan mengkritik blokade Israel di Gaza beserta pemadaman listrik dan pasokan air yang dianggap sebagai bentuk pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








