Derita Di Gaza, Truk Es Krim Jadi Tempat Penyimpanan Mayat Akibat Rumah Sakit Penuh

AKURAT.CO Pejabat kesehatan di Jalur Gaza terpaksa menggunakan truk freezer es krim untuk menyimpan jenazah warga Palestina yang tewas akibat serangan udara Israel.
Hal ini disebabkan oleh risiko yang terlalu tinggi jika mereka dipindahkan ke rumah sakit dan terbatasnya tempat pemakaman.
Terdapat video yang beredar menunjukkan setidaknya dua truk es krim yang digunakan sebagai tempat penyimpanan jenazah di Gaza.
Jenazah-jenazah tersebut sementara disimpan di dalam truk es krim sebelum kemudian akan dikembalikan kepada keluarga korban.
Pria yang merekam video truk es krim tersebut mengungkapkan bahwa truk tersebut digunakan untuk menyimpan jenazah korban pembunuhan oleh pihak Israel.
"Ini adalah truk-truk es krim yang digunakan untuk jenazah. Mereka adalah jenazah yang tewas akibat aksi Israel. Karena tidak ada ruang yang cukup untuk jenazah-jenazah yang tewas, warga Gaza mulai menggunakan truk es krim," ujar pria tersebut.
Baca Juga: Profil Hizbullah, Kelompok Militan Lebanon Yang Kerap Berkonflik Dengan Israel
Truk freezer yang biasanya digunakan untuk mengirimkan es krim ke supermarket dengan gambar iklan anak-anak yang tersenyum menikmati es krim di sisinya, sekarang telah diubah menjadi kamar mayat darurat bagi para korban perang hebat antara Hamas dan tentara Israel.
Israel telah melancarkan serangan udara yang paling hebat di Jalur Gaza sebagai balasan atas serangan mematikan yang dilakukan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, yang merupakan serangan paling mematikan yang dialami Israel dalam beberapa dekade.
"Kamar mayat rumah sakit hanya dapat menampung 10 jenazah, jadi kami telah membawa truk freezer es krim dari pabrik es krim untuk menyimpan sejumlah besar korban syuhada," jelas Dr. Yasser Ali dari rumah sakit Shuhada Al-Aqsa di Deir Al-Bala.
Baca Juga: Israel Dihantui Kegagalan Intelijen Serta Jebakan Geopolitik, Hamas Diremehkan?
Meski militer Israel mengumumkan bahwa mereka masih mengizinkan warga Gaza untuk mengungsi ke selatan seiring dengan kemungkinan serangan darat sebagai pembalasan atas serangan delapan hari yang lalu oleh kelompok bersenjata Hamas, yang menewaskan 1.300 orang di Israel.
"Bahkan dengan freezer ini, jumlah (orang mati) melebihi kapasitas kamar mayat utama rumah sakit ini, dan kamar mayat alternatif, dan antara 20 hingga 30 jenazah juga disimpan di tenda,” ungkap Yasser Ali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








