AKURAT.CO Palestina merupakan negara di Asia Barat yang hingga saat ini masih menjadi negara yang tidak kunjung merdeka.
Padahal, Resolusi Majelis Umum PBB 3236 mengakui hak dari rakyat palestina dalam menentukan nasibnya sendiri, kemerdekaan nasional, dan juga kedaulatan di Palestina.
Selain itu, Palestina pernah melakukan deklarasi kemerdekaan pada 15 November 1988. keputusan tersebut dilakukan oleh sejumlah Dewan Nasional Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina.
Meskipun demikian, Palestina masih belum diakui secara internasional sebagai sebuah negara, bahkan Palestina tidak ada di Google Maps.
Lantas, mengapa kemerdekaan negara Palestina tidak diakui? Sebenarnya tidak ada alasan pasti mengapa Palestina masih belum diakui sebagai sebuah negara. Bahkan menurut informasi, lebih dari 138 negara anggota PBB sudah mengakui Palestina menjadi negara yang telah merdeka.
Namun, 88 negara lain di dunia masih belum mengakui Palestina sebagai sebuah negara, di antaranya Prancis, Jerman, Italia, Irlandia, Inggris dan juga Belanda.
Baca Juga: Dukung Palestina, Gigi Hadid Dikecam Pemerintah Israel: Anda Sudah Tutup Mata, Kami Mengawasimu
Hal tersebut terjadi karena Palestina masih belum memiliki kontrol secara penuh terhadap wilayahnya dan masih terjebak perang dengan Israel.
Selain itu, Konflik dengan Israel menjadi penyebab Palestina belum kunjung diakui sebagai negara merdeka. Konflik ini telah dimulai pada pertengahan abad ke-20 yang mengarah pada pembentukan negara Israel pada tahun 1948.
Pembagian wilayah ini, yang dikenal sebagai "Resolusi 181", membagi Palestina menjadi dua bagian: satu untuk bangsa Yahudi dan satu untuk Arab Palestina. Ini menjadi akar dari konflik yang berlarut-larut hingga saat ini.
Kini, Israel menjadi negara yang masih mendominasi wilayah tersebut. Dengan memperluas wilayahnya dan menegakkan keamanan mereka dalam menghadapi ancaman-ancaman yang mereka anggap serius dari pihak Palestina.
Ini juga mencakup pembangunan pemukiman-pemukiman Yahudi di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang telah dikecam oleh banyak pihak, termasuk PBB.
Pemerintah Israel juga berpendapat bahwa mereka telah berusaha mencapai perdamaian dengan Palestina, tetapi berulang kali merasa frustasi oleh kegagalan negosiasi dan serangan dari kelompok-kelompok Palestina seperti Hamas.
Dalam beberapa tahun terakhir, serangan udara dan operasi militer Israel di Jalur Gaza telah menambah eskalasi kekerasan dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Baca Juga: 6 Investor Utama Palestina Berdasarkan Asal Negara
Tidak hanya itu saja, faktor Palestina masih belum diakui kemerdekaannya karena intervensi politik, tekanan militer, dan kesulitan dalam mencapai kesepakatan damai dengan Israel.
Sebenarnya, terdapat upaya dalam menyelesaikan konflik kedua negara tersebut, namun selalu mengalami kegagalan. Bahkan upaya tersebut telah melibatkan sejumlah besar pihak ketiga, termasuk Amerika Serikat.
Amerika Serikat beberapa kali mencoba menjadi mediator dalam perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina, upaya tersebut seringkali mengalami kegagalan.
Hal ini telah meningkatkan keraguan Palestina terhadap netralitas Amerika Serikat dalam peran mediasi tersebut.
Faktor-faktor di atas menjadi alasan mengapa hingga detik ini negara Palestina masih belum diakui kemerdekaannya.
Sementara itu, PPB telah memberikan status entitas non-negara kepada Organisasi Pembebasan Palestina pada 22 November 1974.
Status ini bertujuan agar Palestina memiliki hak untuk berbicara di Majelis Umum PBB, tetapi tidak memiliki hak suara.
Meskipun perjalanan menuju kemerdekaan yang diakui dunia masih panjang dan penuh rintangan, warga Palestina terus berjuang untuk hak mereka yang sah.
Semoga di masa depan, upaya perdamaian dan perjuangan untuk kemerdekaan Palestina akan menemukan jalan untuk mengakhiri konflik yang sampai saat ini masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







