Akurat
Pemprov Sumsel

Perang Israel Dan Palestina Sebabkan Ledakan Di Rumah Sakit Gaza, Siapa Dalang Di Baliknya?

Sulthony Hasanuddin | 19 Oktober 2023, 11:26 WIB
Perang Israel Dan Palestina Sebabkan Ledakan Di Rumah Sakit Gaza, Siapa Dalang Di Baliknya?

AKURAT.CO Sebuah ledakan terjadi di sebuah rumah sakit di Gaza, menewaskan ratusan warga Palestina pada Rabu (18/10/2023), tepat sebelum Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengunjungi Israel untuk memberikan dukungan.

Belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan aksi tersebut, Israel dan Palestina saling menyalahkan atas apa yang terjadi.

Jihad Islam, kelompok militan Palestina atau sekutu Hamas, membantah ada roket yang terlibat dalam ledakan tersebut. Mengatakan bahwa kelompoknya tidak melakukan aktivitas apapun di atau sekitar Gaza pada saat itu.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan, AS bertanggung jawab atas apa yang terjadi dengan memberi Israel yang disebutnya sebuah kedok untuk agresi.

Namun, Joe Biden, yang mendukung Israel sejak awal konflik, mengatakan bahwa ia melihat ledakan di rumah sakit Palestina itu tampaknya disebabkan roket yang ditembakkan oleh yang disebutnya kelompok teroris.

Baca Juga: Joe Biden Akan Mengunjungi Lokasi Perang Untuk Menujukkan Dukungannya Ke Israel

Israel juga membantah pihaknya bersalah, mengatakan ledakan itu disebabkan oleh kegagalan peluncuran roket yang dilakukan Jihad Islam.

Menurut Israel, analisis sistem operasional Pasukan Pertahanan mereka menunjukkan rentetan roket ditembakan oleh militan di Gaza yang melintas di dekat rumah sakit pada saat yang sama dengan terjadinya serangan.

"Intelijen dari berbagai sumber yang kami miliki menunjukkan bahwa Jihad Islam bertanggung jawab atas kegagalan peluncuran roket yang menghantam rumah sakit di Gaza," kata juru bicara militer Israel.

Beberapa negara Barat telah menyerukan penyelidikan, sementara negara-negara Arab menyalahkan Israel atas kejadian itu.

Mengenal Rumah Sakit Al Ahli Arab

Dikutip dari Reuters, rumah sakit yang menjadi lokasi ledakan itu bernama Rumah Sakit Al Ahli Arab didirikan pada tahun 1882 dan dijalankan oleh gereja Anglikan.

Rumah Sakit Al Ahli Arab terletak di lingkungan Zeitoun, Gaza, wilayah utara Jalur Gaza. RS itu menyediakan 80 tempat tidur dengan layanan seperti program gratis untuk mendeteksi kanker payudara, pusat untuk wanita lanjut usia, dan klinik keliling dengan layanan gratis.

Menurut Dr Fadel Naim, seorang ahli bedah ortopedi, terdapat sekitar 1.000 orang yang berada di rumah sakit pada Selasa (17/10/2023) pagi dan lebih dari 3.000 orang mencari perlindungan di rumah sakit saat serangan terjadi.

Dr Fadel Naim menambahkan telah menyelesaikan satu operasi dan akan memulai operasi lainnya ketika mendengar ledakan besar tersebut.

Berdasarkan rekaman dan gambar yang di media sosial, sekitar dua lusin kendaraan hancur di halaman rumah sakit itu dengan bangunan-bangunan disekeliling yang rusak hingga bercak noda darah di dinding dan tanah.

Baca Juga: 5 Alasan Negara Tetangga Tak Bantu Hamas Melawan Israel, Ternyata Mereka Takutkan Hal Ini

Tanggapan Negara Arab

Ledakan yang terjadi telah menyulut kemarahan pemerintahan dan kelompok Arab di wilayah itu. Bahkan, di beberapa negara pengunjuk rasa turun ke jalan untuk mengecam apa yang mereka katakan sebagai serangan Israel terhadap rumah sakit.

Raja Yordania, Abdullah, juga menyalakan Israel atas ledakan itu. Negaranya membatalkan pertemuan puncak yang diselenggarakan di Amman kemarin untuk membahas Gaza dengan Joe Biden serta pemimpin Mesir dan Palestina.

Pihak Mesir juga menyalahkan Israel.

Di Lebanon, Hizbullah yang berbasi di Iran dan pernah berperang dengan Israel pada 2006, mengecam apa yang mereka sebut sebagai serangan mematikan Israel.

Pemerintah Beirut juga menetapkan hari berkabung nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.