Fakta Menarik Tentang Mahmoud Abbas, Presiden Palestina Yang Telah Menjabat Selama 18 Tahun

AKURAT.CO Mahmoud Abbas atau juga dikenal sebagai Abu Mazen, telah menjadi figur sentral dalam perjuangan Palestina dan perdamaian di Timur Tengah.
Mahmoud Abbas telah menjadi Presiden Otoritas Palestina (PA) pada 9 Januari 2005 dan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pada 1970.
Tentunya selama menjabat Mahmoud Abbas seringkali mengalami kendala dan tantangan namun itu tidak memutuskan semangat dari Mahmoud Abbas.
Berikut sejumlah fakta menarik seputar Mahmoud Abbas, presiden Palestina yang telah menjabat selama 18 tahun sebagai berikut.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Indonesia Mengutuk Serangan Acak Israel Terhadap Warga Palestina
1. Pernah Menjadi Pengungsi
Mahmoud Abbas atau biasa dikenal dengan Abu Mazen, lahir di Safed, Galilee pada 26 Maret 1935. Keluarga Abbas merupakan salah satu warga Palestina yang harus mengungsi saat Perang kemerdekaan Israel pada 1948.
Setelah itu, keluarga Abbas melakukan migrasi ke wilayah Suriah. Waktu itu Abbas bekerja sebagai guru di sekolah dasar meskipun ia hanya seorang imigran, bahkan ia beruntung sebab dapat menempuh pendidikan hukum di perguruan tinggi dan terbesar di wilayah Suriah, Universitas Damaskus.
Setelah lulus, ia bertolak ke Rusia untuk melanjutkan S2 di Universitas Patrice dan berhasil mendapatkan gelar Kandidat Nauk (seperti gelar tingkat pertama untuk mendapatkan gelar doktor.)
2. Presiden Palestina Kedua
Mahmoud Abbas terpilih sebagai Presiden Palestina pada 9 Januari 2005 untuk menjabat sebagai Presiden Otoritas Nasional Palestina hingga 15 Januari 2009, menggantikan Yasser Arafat setelah kematiannya.
Abbas ditunjuk langsung oleh Fatah untuk menjadi kandidat dalam pemilihan presiden Palestina. Kemudian, Ia memenangkan pemilihan dengan suara mayoritas sebesar 62,3 persen suara dan dilantik pada 9 Januari 2005.
Jabatan ini telah diperpanjang beberapa kali meskipun pada peraturan masa jabatan Abbas hanya empat tahun. Hal tersebut terjadi karena ketidakpastian politik yang sering kali melanda kawasan tersebut.
Baca Juga: JPU Terlalu Ambisius Tuntut Terdakwa Galumbang
3. Penerus Perjuangan Arafat untuk Palestina Merdeka
Pada 1961 Abbas ditunjuk langsung oleh Yasser Arafat untuk menjadi anggota kunci kelompok Fatah, yang mempelopori perjuangan bersenjata yang dilakukan Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Setelah itu pada 1970an, Abbas terpilih menjadi Kepala Departemen Internasional PLO dalam upaya menjalin kerja sama dengan kelompok perdamaian Israel.
Awal 1990, Abbas membentuk sejumlah negosiasi Palestina dalam konferensi perdamaian di Madrid.
Selain itu, Abbas juga menjadi anggota senior delegasi Palestina untuk menjadi pembicara dalam damai Camp David. Dia menentang pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai intifada.
4. Upaya Pengakuan Internasional
Mahmoud Abbas telah berupaya mendapatkan pengakuan internasional atas negara Palestina.
Pada tahun 2012, Palestina diberikan status negara pengamat non-anggota oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan upaya-upaya lainnya terus berlanjut untuk mendapatkan dukungan internasional dalam pengakuan negara Palestina.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Horor Halloween Di Netflix Yang Cocok Ditonton, Awas Jangan Sendirian!
5. Presiden Palestina yang telah menjabat selama 18 tahun
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









