Berbagai Fakta Tentang Lonjakan Kasus Pneumonia di China, Jadi Covid-19 Jilid 2?

AKURAT.CO Lonjakan penyakit pernapasan dan kelompok pneumonia pada anak-anak di China telah menarik perhatian dunia.
Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ikut turun tangan guna mendaptkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit yang membuat rumah sakit di China kewalahan itu.
Menanggapi hal tersebut, otoritas kesehatan di China belum mendeteksi adanya patogen yang tidak biasa atau baru.
WHO serta para dokter dan peneliti kesehatan masyarakat mengatakan bahwa tidak ada bukti yang perlu dikhawatirkan secara internasional.
Baca Juga: Malaysia Berikan Visa Bebas Masuk Bagi Warga Cina Dan India
Namun, pad minggu ini, pihak berwenang di Taiwan menyarankan para lansia, anak-anak dan mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang buruk untuk menghindari perjalanan ke China.
Dikutip dari Reuters, berikut ini berbagai fakta mengenai penyakit pernapasan di China itu dan apa yang perlu diketahui.
Kondisi Terbaru di China
Peningkatan penyakit pernapasan terjadi ketika China bersiap menghadapi musim dingin penuh pertama mereka sejak mencabut pembatasan Covid-19 yang ketat pada Desember tahun lalu.
Lonjakan penyakit ini menjadi sorotan ketika WHO meminta informasi lebih lanjut kepada China minggu lalu, mengutip laporan dari Program Pemantauan Penyakit yang Baru Muncul (ProMED) tentang kelompok pneumonia yang tidak terdiagnosis pada anak-anak.
Beberapa pengguna media sosial juga telah memposting foto-foto anak-anak yang menerima infus di rumah sakit, sementara media di kota-kota seperti Xian di barat laut telah memposting video rumah sakit yang penuh sesak.
Beberapa hal tersebut lalu menimbulkan kekhawatiran akan adanya tekanan potensial pada sistem perawatan kesehatan.
Lonjakan Kasus Pneumonia di China
Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada 13 November bahwa adanya peningkatan insiden penyakit pernapasan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
WHO China mengatakan Otoritas kesehatan di sana tidak menemukan angka lebih besar daripada puncak musim dingin terakhir sebelum pandemi Covid-19.
Baca Juga: WHO Tetapkan Kesepian Jadi Ancaman Masalah Kesehatan yang Serius, Wajib Diwaspadai!
Jenis Bakteri Penyebab Pneumonia
Data menunjukkan bahwa peningkatan ini terkait saat pencabutan pembatasan Covid-19 bersamaan dengan beredarnya patogen yang diketahui seperti mycoplasma pneumoniae, infeksi bakteri umum yang biasanya menyerang anak-anak yang lebih muda dan telah beredar sejak Mei.
Influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan adenovirus telah beredar sejak bulan Oktober.
Apa yang Perlu Dikhawatirkan Masyarakat?
Salah satu kekhawatiran mengenai lonjakan penyakit pernapasan adalah mycoplasma pneumoniae, yang juga melonjak di negara-negara lain.
Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis Covid-19 di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mycoplasma pneumonia bukanlah penyakit yang dapat dilaporkan ke WHO, dan penyakit ini meningkat selama beberapa bulan terakhir, tetapi sekarang tampaknya menurun.
"Kami menindaklanjuti melalui jaringan klinis kami dan bekerja sama dengan dokter di China untuk lebih memahami resistensi terhadap antibiotik, yang merupakan masalah di seluruh dunia, tetapi merupakan masalah khusus di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara," katanya.
Rajib Dasgupta, seorang ahli epidemiologi dan profesor kesehatan masyarakat di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi, mengatakan bahwa dalam beberapa kasus, mungkin terdapat komplikasi serius dari infeksi yang disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae, tetapi kebanyakan orang akan sembuh tanpa antibiotik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









