Berbanding Terbalik, Israel Kini Hadapi Seruan Amerika Serikat untuk Menahan Diri Setelah Gencatan Senjata Berakhir

AKURAT.CO Israel menghadapi seruan Amerika Serikat (AS) untuk menghindari kerugian lebih lanjut terhadap warga sipil Palestina dalam pertempurannya melawan militan Hamas di Gaza.
Ketika pasukan Israel menggempur daerah kantong tersebut menyusul gagalnya gencatan senjata sementara, Wakil Presiden AS, Kamala Harris mengatakan bahwa terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh di Gaza.
Tidak hanya itu, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin menganggapnya sebagai tanggung jawab moral bagi Israel untuk melindungi warga sipil.
Pernyataan para pejabat senior AS pada hari Sabtu (2/12/2023) itu memperkuat tekanan agar Israel lebih berhati-hati saat mengalihkan fokus serangan militernya di Jalur Gaza yang terkepung.
Dengan pertempuran baru yang memasuki hari ketiga, warga khawatir pemboman udara dan artileri hanyalah awal dari operasi darat Israel di jalur Gaza.
Hal tersebut akan membuat mereka terdesak ke wilayah yang semakin sempit dan mungkin akan mendorong warga untuk menyeberang ke Mesir.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 193 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata selama seminggu berakhir pada hari Jumat kemarin, menambah jumlah korban tewas lebih dari 15.000 orang sejak dimulainya perang.
Berbicara di Dubai, Harris mengatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri, namun hukum internasional dan kemanusiaan harus dihormati dan terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh.
"Terus terang, skala penderitaan warga sipil, dan gambar-gambar serta video yang datang dari Gaza, sangat mengerikan," kata Harris kepada para wartawan, dikutip Minggu (3/12/2023).
Austin, yang berjanji bahwa AS akan mendukung Israel sebagai teman terdekatnya di dunia, juga mengatakan bahwa dia menekan para pejabat Israel untuk secara dramatis memperluas akses Gaza ke bantuan kemanusiaan.
Amerika Serikat telah semakin vokal mengatakan bahwa Israel harus mempersempit zona tempur selama serangan apapun di Gaza selatan dan memastikan zona aman bagi non-kombatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







