Akurat
Pemprov Sumsel

Viral Kisah Remaja Palestina Menjadi Salah Satu Tawanan Terakhir yang Dibebaskan Israel: Saya Bahagia Bisa Lepas dari Penjara Itu

Sulthony Hasanuddin | 5 Desember 2023, 10:44 WIB
Viral Kisah Remaja Palestina Menjadi Salah Satu Tawanan Terakhir yang Dibebaskan Israel: Saya Bahagia Bisa Lepas dari Penjara Itu

AKURAT.CO Remaja Palestina, Ubai Youssef Abu Maria (18), tinggal di utara Hebron dan sudah enam kali ditangkap oleh pasukan Israel. Terkadang ia ditahan selama berhari-hari, terkadang berjam-jam. Pertama kali saat berusia 14 tahun, ia ditahan selama 15 hari.

Setahun kemudian, saat usianya baru 15 tahun, remaja Palestina itu ditangkap lagi dan ditahan selama sembilan bulan.

Terakhir kali dia dibawa pada 8 Oktober dan diberitahu bahwa remaja Palestina itu akan berada dalam penahanan administratif, sebuah status yang hampir tidak resmi yang seolah-olah berlangsung selama enam bulan tetapi sering kali diperpanjang lagi dan lagi tanpa didakwa atau diadili.

Setiap kali, orang tuanya hanya bisa melihat dan menunggu mengkhawatirkan putra mereka.

Baca Juga: Israel Klaim Temukan 800 Terowongan Menuju Kamp Hamas di Bawah Kota Gaza

Kemudian sebuah "jeda kemanusiaan" diumumkan antara Israel dan Hamas bulan ini dengan pertukaran tawanan sebagai bagian dari kesepakatan.

Ubai Youssed Abu Maria akhirnya dibebaskan, dalam kelompok ketujuh dan terakhir dari tawanan Palestina yang dibebaskan dari tahanan Israel pada hari Kamis (30/11/2023) pekan lalu.

Pada pagi pertama kebebasannya dari penjara Israel, ia berkeliling di sekitar rumahnya untuk mengecek keadaan kedua orangtuanya, seakan ingin memastikan semua orang ada di sana.

Mereka semua telah pulang pada hari Jumat pekan lalu pada subuh waktu setempat, dan meskipun tubuhnya lelah, remaja Palestina itu sangat senang berada di rumah sehingga dia hanya bisa tidur selama dua jam sebelum akhirnya pergi ke kamar orangtuanya dan membangunkan mereka.

Dengan setengah bercanda, remaja Palestina itu meminta ibunya, Fida (38) untuk membuatkan sarapan yang sudah diimpikannya sejak 7 Oktober yakni qalayet banadora atau wajan pedas berisi tomat segar yang direbus dengan cabai pedas khas Palestina.

Sambil makan, Ubai mengatakan kepada ibunya bahwa dia tidak makan apapun yang rasanya tidak enak selama dua bulan terakhir. Dia rindu berada di rumah dan dirawat.

Kemudian, dia pergi ke tukang cukur untuk memangkas rambutnya yang sudah dua bulan tidak dirawat agar kembali rapi dan merasa sedikit lebih normal.

Kondisi Ubai Saat Ditangkap Pasukan Israel

 

Ubai ditembak di bagian siku oleh pasukan Israel pada November lalu, dan akibatnya ia kehilangan 70 persen fungsi lengannya.

Dia telah menjalani perawatan pasca operasi, tetapi penangkapannya hanya satu bulan setelah pin platinum dicabut dari sikunya yang terpotong.

Baca Juga: Dukung Israel Melawan Hamas, Ini Daftar Bisnis Elon Musk, Netizen Auto Boikot?

"Saya mengatakan kepada pihak Israel berulang kali bahwa lengan saya terluka. Mereka tidak peduli. Bahkan, tampaknya mereka senang membelenggu tangan saya," kata Ubai, dikutip dari Aljazeera, Selasa (5/12/2023).

"Dokter penjara menertawakan saya ketika saya meminta obat. Membuat saya berpikir bahwa orang ini adalah sipir berjubah dokter. Mereka hanya memberi saya Acamol [parasetamol] sekali. Itu saja," ungkapnya.

Ubai lebih lanjut mengungkapkan rasa senangnya setelah lepas dari penjara Israel.

"Saya senang bahwa saya dapat melanjutkan perawatan saya sekarang. Saya di rumah, dan saya bisa melihat keluarga saya dan bersama mereka. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan ini," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.