Akurat
Pemprov Sumsel

Update Terbaru Kondisi di Gaza: Lebih Dari 16 Ribu Korban Tewas Akibat Serangan Israel

Sulthony Hasanuddin | 7 Desember 2023, 12:07 WIB
Update Terbaru Kondisi di Gaza: Lebih Dari 16 Ribu Korban Tewas Akibat Serangan Israel

AKURAT.CO Pasukan Israel melancarkan serangan udara dan darat terhadap Hamas di Gaza setelah serangan lintas batas yang dilakukan oleh kelompok tersebut pada 7 Oktober.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 16.015 warga Palestina telah terbunuh sejak saat itu. Sementara 1.200 orang terbunuh dalam serangan Hamas ke Israel.

Lembaga-lembaga bantuan memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dari waktu ke waktu akibat bombardir Israel.

Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk di Gaza harus kehilangan tempat tinggal dan menjalani hidup dengan sedikit makanan, air, perawatan medis, bahan bakar, atau tempat berlindung yang aman.

Dengan hancurnya infrastruktur dasar, layanan telepon dan internet yang sering terganggu, hingga sejumlah petugas statistik kesehatan yang terbunuh atau hilang, terdapat kekhawatiran bahwa otoritas kesehatan Gaza tidak akan mampu untuk terus menghitung jumlah korban secara akurat.

Dikutip dari Reuters, berikut ini beberapa hal mengenai update korban jiwa di Gaza akibat serangan Israel.

Baca Juga: WHO: Situasi di Gaza Semakin Memburuk dari Waktu ke Waktu

Jumlah Korban yang Telah Dikumpulkan Sejauh Ini

Dalam enam minggu pertama perang, kamar mayat rumah sakit di seluruh Gaza mengirimkan data korban ke pusat pengumpulan utama kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Rumah Sakit Al Shifa.

Para pejabat menggunakan lembar Excel untuk melacak nama, usia, dan nomor kartu identitas para korban tewas dan mengirimkannya ke Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah, bagian dari Otoritas Palestina (PA) yang memiliki kekuasaan terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Namun Omar Hussein Ali, Direktur Pusat Operasi Darurat Kementerian Ramallah mengatakan bahwa dari empat pejabat yang mengelola pusat data Shifa, satu orang tewas dalam serangan udara yang menghantam rumah sakit tersebut.

Sementara tiga lainnya hilang ketika pasukan Israel menyita tempat yang diduga sebagai tempat persembunyian Hamas.

"Pencatatan korban yang diperlukan untuk memahami apa yang sedang terjadi semakin sulit. Infrastruktur informasi, sistem kesehatan yang ada, dihancurkan secara sistematis," kata Hamit Dardagan dari Iraq Body Count, yang didirikan selama invasi dan pendudukan Irak yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Sejak gencatan senjata selama satu minggu runtuh pada 1 Desember kemarin, pembaruan korban yang biasanya dikeluarkan setiap hari menjadi tidak teratur.

Kabar terakhir dari Kementerian Kesehatan Gaza datang dari juru bicara Ashraf Al-Qidra pada hari Senin pekan ini, meningkatkan jumlah korban tewas menjadi 15.899 orang.

Ia tidak mengadakan konferensi pers rutin pada hari Selasa dan hanya ada dua laporan kementerian yang menambah jumlah korban tewas yang telah dikeluarkan, berdasarkan jumlah mayat yang dibawa ke dua rumah sakit 43 pada hari Selasa, 73 pada hari Rabu.

Baca Juga: Israel Minta Warga Palestina untuk Mengungsi, Namun Apakah Ada Tempat yang Aman di Gaza?

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila mengatakan bahwa layanan kesehatan Gaza berada dalam kondisi bencana, lebih dari 250 staf terbunuh dan sedikitnya 30 orang ditangkap oleh pasukan Israel.

Laporan PA pada 26 Oktober mengatakan setidaknya 1.000 mayat tidak dapat ditemukan atau dibawa ke kamar mayat, sebuah contoh yang jelas dan masuk akal tentang dampak perang terhadap pengumpulan dan pelaporan data.

Jumlah mayat yang dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan sekarang mencapai ribuan dengan sebagian besar peralatan penggalian pasukan pertahanan sipil Gaza telah dihancurkan dalam serangan udara.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.