Profil Saleh al-Arouri, Pemimpin Hamas yang Tewas karena Serangan Drone Tak Berawak Israel

AKURAT.CO Serangan Israel mengakibatkan kematian Saleh al-Arouri, seorang pemimpin Hamas yang dikenal sebagai dalang di balik kelompok militan Palestina di Tepi Barat.
Arouri tewas karena terkena serangan drone di apartemennya yang berada di Beirut, Lebanon, pada Selasa (2/1/2024).
Kantor Berita Nasional Lebanon mengutuk pembunuhan Arouri dalam postingan di X, menyebutnya sebagai "serangan terhadap kedaulatan, stabilitas, dan perdamaian sipil" Lebanon.
Total enam orang dilaporkan tewas dalam ledakan tersebut, yang dilakukan oleh pesawat tak berawak Israel.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut profil pemimpin Hamas Saleh al-Arouri.
Profil Saleh al-Arouri
Saleh al-Arouri bergabung dengan Hamas pada tahun 1987 dan turut serta dalam pembentukan kehadiran militer kelompok tersebut di Tepi Barat yang diduduki.
Sebagai seorang pejabat Hamas, Arouri diakui sebagai salah satu yang memiliki hubungan dekat dengan Iran dan Hizbullah yang didukung oleh Iran di Lebanon.
Arouri pernah dipenjara oleh Israel. Setelah dibebaskan, dia menjadi negosiator dalam kesepakatan yang menghasilkan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina sebagai imbalan atas pembebasan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2011.
Di dalam Hamas, Arouri dianggap sebagai pendukung utama rekonsiliasi antara faksi-faksi Palestina yang bersaing.
Hubungannya dengan Fatah, partai yang dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan saat ini berkuasa di Tepi Barat juga terjalin baik.
Meskipun Hamas dan Fatah telah berselisih selama bertahun-tahun, termasuk dalam perang saudara singkat pada tahun 2007 yang menyebabkan Hamas merebut kekuasaan di Gaza, keduanya masih terlibat dalam perundingan berkala.
Namun, terkait konflik dengan Israel, Arouri dianggap sebagai sosok garis keras.
Ia ikut serta dalam pendirian sayap militer Hamas, Brigade Izz el-Deen al-Qassam atau yang dikenal sebagai Brigade al-Qassam.
Israel juga menuduhnya sebagai dalang di balik serangkaian serangan mematikan terhadap warga Zionis selama bertahun-tahun.
Arouri disebut terlibat dalam penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel di Tepi Barat pada tahun 2014, peristiwa yang memicu serangan Israel selama tujuh minggu di Gaza dan menewaskan 2.100 warga Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







