Chaos! Ini Kronologi Sekelompok Pria Bertopeng Masuk ke Saluran Televisi di Ekuador Membawa Senjata dan Bahan Peledak

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan berita kekacauan di negara Ekuador karena adanya pemberontakan dari sekelompok pria yang menyerbu sebuah stasiun televisi saat sedang siaran.
Di tengah peristiwa yang menegangkan di Ekuador, telah membuat masyarakat dunia khawatir dengan viralnya video pria bertopeng menerobos masuk ke stasiun televisi dengan membawa senjata dan bom.
Pasalnya, sekelompok pria bersenjata api di Ekuador tersebut menggunakan penutup wajah untuk menyerbu stasiun televisi yang sedang melakukan siaran langsung dan mulai mengancam karyawan yang bekerja hingga ketakutan.
Baca Juga: Mencekam! Stasiun TV di Ekuador Dijajah Kelompok Bersenjata Saat Siaran Langsung
Mengutip berbagai sumber, Kamis (11/1/2024), berikut ini kronologi sekelompok pria bertopeng yang menyerbu sebuah stasiun televisi di Ekuador.
Kronologi Sekelompok Pria Menyerbu Stasiun Televisi di Ekuador
Awalnya, terdapat sekelompok pria bertopeng yang memasuki jaringan televisi TC di kota pelabuhan Guayaquil dengan membawa senjata api dan sesuatu yang tampak seperti bahan peledak.
Mereka mulai berteriak dan mengaku memiliki bom dalam siaran langsung program berita yang sudah ditonton ribuan orang.
Selama sekitar dua puluh menit siaran langsung, para penonton dapat mendengar suara tembakan dan ancaman.
Namun dari penyerbuan tersebut, tidak ada orang yang terbunuh dalam serangan dan Pemerintah Ekuador langsung mengumumkan bahwa semua penyusup bertopeng telah ditangkap, sebanyak 13 orang.
Sementara sejumlah video yang tersebar di media sosial dengan menunjukkan pembunuhan para sandera kerusuhan di Ekuador, belum terverifikasi kebenarannya.
Baca Juga: Ekuador U17 vs Brasil U17: Estevao Cetak Dwigol, Selecao Melangkah Ke Babak Delapan Besar
Peristiwa kekacauan tersebut terjadi setelah Presiden Ekuador Daniel Noboa, menyebut 22 geng sebagai organisasi teroris dan sasaran militer.
Presiden Noboa, yang menjabat pada November 2023, berjanji untuk menghentikan perdagangan narkoba yang brutal, dan dia mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari, Senin (8/1/2024).
Keadaan darurat ditetapkan sebagai tanggapan terhadap kekerasan yang terjadi di penjara negara tersebut.
Hal ini termasuk penyanderaan penjaga dan melarikan diri dari Adolfo Macias, pemimpin geng Los Choneros.
Oleh sebab itu, Presiden Noboa mengakui adanya "konflik bersenjata internal" dan menyebut hampir dua lusin geng sebagai kelompok teroris, termasuk Los Choneros.
Pemerintah juga menyatakan bahwa kekerasan terjadi sebagai tanggapan atas rencana Noboa untuk membangun penjara baru yang sangat aman dan memindahkan para pemimpin geng yang saat ini dipenjara.
Itulah penjelasan lengkap dari kronologi kekacauan yang terjadi di Ekuador, dari aksi pemberontakan sekelompok pria bersenjata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








