Akurat
Pemprov Sumsel

Chaos! Ini Kronologi Sekelompok Pria Bertopeng Masuk ke Saluran Televisi di Ekuador Membawa Senjata dan Bahan Peledak

Iim Halimatus Sadiyah | 11 Januari 2024, 11:07 WIB
Chaos! Ini Kronologi Sekelompok Pria Bertopeng Masuk ke Saluran Televisi di Ekuador Membawa Senjata dan Bahan Peledak

AKURAT.CO Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan berita kekacauan di negara Ekuador karena adanya pemberontakan dari sekelompok pria yang menyerbu sebuah stasiun televisi saat sedang siaran.

Di tengah peristiwa yang menegangkan di Ekuador, telah membuat masyarakat dunia khawatir dengan viralnya video pria bertopeng menerobos masuk ke stasiun televisi dengan membawa senjata dan bom.

Pasalnya, sekelompok pria bersenjata api di Ekuador tersebut menggunakan penutup wajah untuk menyerbu stasiun televisi yang sedang melakukan siaran langsung dan mulai mengancam karyawan yang bekerja hingga ketakutan.

Baca Juga: Mencekam! Stasiun TV di Ekuador Dijajah Kelompok Bersenjata Saat Siaran Langsung

Mengutip berbagai sumber, Kamis (11/1/2024), berikut ini kronologi sekelompok pria bertopeng yang menyerbu sebuah stasiun televisi di Ekuador.

Kronologi Sekelompok Pria Menyerbu Stasiun Televisi di Ekuador

Awalnya, terdapat sekelompok pria bertopeng yang memasuki jaringan televisi TC di kota pelabuhan Guayaquil dengan membawa senjata api dan sesuatu yang tampak seperti bahan peledak.

Mereka mulai berteriak dan mengaku memiliki bom dalam siaran langsung program berita yang sudah ditonton ribuan orang. 

Selama sekitar dua puluh menit siaran langsung, para penonton dapat mendengar suara tembakan dan ancaman.

Namun dari penyerbuan tersebut, tidak ada orang yang terbunuh dalam serangan dan Pemerintah Ekuador langsung mengumumkan bahwa semua penyusup bertopeng telah ditangkap, sebanyak 13 orang. 

Sementara sejumlah video yang tersebar di media sosial dengan menunjukkan pembunuhan para sandera kerusuhan di Ekuador, belum terverifikasi kebenarannya.

Baca Juga: Ekuador U17 vs Brasil U17: Estevao Cetak Dwigol, Selecao Melangkah Ke Babak Delapan Besar

Peristiwa kekacauan tersebut terjadi setelah Presiden Ekuador Daniel Noboa, menyebut 22 geng sebagai organisasi teroris dan sasaran militer.

Presiden Noboa, yang menjabat pada November 2023, berjanji untuk menghentikan perdagangan narkoba yang brutal, dan dia mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari, Senin (8/1/2024).

Keadaan darurat ditetapkan sebagai tanggapan terhadap kekerasan yang terjadi di penjara negara tersebut. 

Hal ini termasuk penyanderaan penjaga dan melarikan diri dari Adolfo Macias, pemimpin geng Los Choneros.

Oleh sebab itu, Presiden Noboa mengakui adanya "konflik bersenjata internal" dan menyebut hampir dua lusin geng sebagai kelompok teroris, termasuk Los Choneros.

Pemerintah juga menyatakan bahwa kekerasan terjadi sebagai tanggapan atas rencana Noboa untuk membangun penjara baru yang sangat aman dan memindahkan para pemimpin geng yang saat ini dipenjara.

Itulah penjelasan lengkap dari kronologi kekacauan yang terjadi di Ekuador, dari aksi pemberontakan sekelompok pria bersenjata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.