Update Terkini, Israel Alihkan Fokus Serangan Gaza ke Rafah di Tengah Perundingan Perdamaian

AKURAT.CO Israel bersiap untuk meningkatkan serangannya ke selatan Gaza, dekat dengan perbatasan Mesir, setelah mengklaim telah melumpuhkan Hamas di Khan Younis.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant mengatakan bahwa keberhasilan dalam perang melawan Hamas di kota Khan Younis berarti pasukannya dapat maju ke Rafah di perbatasan selatan daerah kantung tersebut.
Baca Juga: 16.000 Hewan Masih Terjebak di Atas Kapal Ekspor karena Ancaman Militan Houthi di Laut Merah
"Kami mencapai misi kami di Khan Younis dan kami juga akan mencapai Rafah dengan menghilangkan unsur-unsur teror yang mengancam kami," kata Gallant dalam sebuah pernyataan, dikutip Jumat (2/2/2024).
Diketahui, lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza berlindung di Rafah yang sebagian besar kedinginan dan kelaparan di dalam tenda-tenda darurat dan gedung-gedung publik.
Baca Juga: Ini Persyaratan dari Hamas untuk Mengakhiri Perang Lawan Israel di Gaza
Pada saat yang sama, mediator Qatar dan Mesir mengharapkan tanggapan positif dari Hamas terhadap proposal konkret pertama untuk penghentian pertempuran yang disepakati dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan di Paris pekan lalu.
Seorang pejabat Palestina yang dekat dengan perundingan mengatakan bahwa teks tersebut membayangkan tahap pertama selama 40 hari.
Tahapan tersebut berisi di mana pertempuran akan berhenti, sementara Hamas membebaskan warga sipil yang tersisa di antara lebih dari 100 sandera yang masih ditawannya.
Baca Juga: Mengenal Kataib Hizbullah, Kelompok yang Dituduh Membunuh Tiga Tentara Amerika di Yordania
Tahap selanjutnya adalah penyerahan tentara Israel dan mayat-mayat sandera yang tewas.
Jeda selama itu merupakan yang pertama sejak 7 Oktober, ketika para pejuang Hamas menyerang Israel.
Para pejabat kesehatan di Gaza mengatakan bahwa jumlah korban tewas dari pihak Palestina yang telah dikonfirmasi meningkat di atas 27.000 orang, dengan ribuan korban tewas lainnya masih terbaring di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Fakta Bentrok Iran-Pakistan, Ternyata Bukan Pertama Kali
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








