Akurat
Pemprov Sumsel

Veteran AS Angkat Bicara Setelah Aksi Aaron Bushnell Bakar Diri Bela Palestina: Orang Amerika Membencinya karena Mati untuk Gaza!

Sulthony Hasanuddin | 4 Maret 2024, 12:17 WIB
Veteran AS Angkat Bicara Setelah Aksi Aaron Bushnell Bakar Diri Bela Palestina: Orang Amerika Membencinya karena Mati untuk Gaza!

AKURAT.CO Seorang anggota Angkatan Udara Amerika Serikat, Aaron Bushnell melakukan aksi bakar diri di luar Kedutaan Besar Israel, di Washington D.C pada 25 Februari lalu sebagai bentuk protes atas serangan Israel di Gaza.

Aaron Bushnell diketahui melakukan aksinya karena merasa terbebani dengan tugas yang diberikan oleh atasan untuk terlibat dalam pembunuhan masal di Gaza itu, ia bahkan berulang kali meneriakkan kalimat "Bebaskan Palestina" sambil melakukan aksinya.

Akibatnya, pria 25 tahun itu harus dilakukan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan meninggal dunia dengan luka bakar yang cukup parah.

Baca Juga: Begini Unggahan Aaron Bushnell di Facebook, Ungkap Pesan Terakhir Sebelum Bakar Diri di Depan Kedubes Israel

Keputusan ekstrem dan tragis Aaron Bushnell pun membuat kalangan mantan Veteran Amerika Serikat angkat bicara, salah satunya Lucas Gage. Dalam unggahannya di media sosial Instagram, Lucas mengatakan jika Aaron mati untuk Israel mungkin ia akan dibandungkan kuil di tengah Tel-Aviv.

"Mereka para zionis Amerika dan penguasa sangat marah karena dia tidak mati untuk Israel, jika  Aaron Bushnell bisa membiarkan api membakar dirinya dan berkata bebaskan sandera, dia akan dibangunkan kuil di tengah Tel-Aviv," sindirinya dikutip pada Senin (4/3/2024).

Lucas juga mengatakan, jika Aaronn mati untuk Israel ia akan dibuatkan film oleh Hollywood untuk mengenangnya, tetapi karena ia membela Gaza orang-orang Amerika membencinya.

"Lalu holywood akan memberikannya skrip untuk membuatkannya film baru untuk mengenangnya. Tapi karena dia mati untuk orang-orang di Gaza, mereka sangat membenci itu," tuturnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Aaron Bushnell, Prajurit Angkatan Udara AS yang Bakar Diri Sambil Berteriak 'Bebaskan Palestina'

"Karena kita Amerika, kita siap mati untuk Israel bukan negara lain. Mereka menghinanya seperti menghina anak-anak yang mati di Gaza," tambahnya.

Tidak hanya itu, Veteran Sniper Pasukan Khusus AS, Alan Shebaro juga mengungkapkan kekecewaannya atas aksi bela Israel yang dilakukan oleh negaranya. Ia mengungkapkan apa yang terjadi di Palestina hari ini bukanlah perang melainkan genosida atau penghapusan manusia.

Baca Juga: Miris, 104 Warga Gaza Terbunuh Oleh Serangan Israel Saat Menunggu Bantuan

"Aku tahu perang, apa yang terjadi di Palestina saat ini itu bukan perang. Itu penghapusan manusia, itu jelas genosida, pembersihan etnis, pada spesifik orang untuk mengambil tanah mereka," tuturnya.

Alan menegaskan yang terbaik yang dapat dilakukan warga Amerika adalah dengan bersuara menentang perang dan untuk menghentikan serangan di Gaza.

"Itu bukanlah perang, mereka adalah orang-orang yang mencoba bertahan. Dan tidak ada yang lebih baik bagi orang Amerika selain bersuara untuk menentang perang, ini harus dihentikan, ini wajiib dihentikan. Apapun yang bisa kau lakukan ini harus dihentikan, apapun, ini harus dihentikan," tegasnya.

Baca Juga: Sedang Dipelajari Hamas, Berikut Isi Draf 11 Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza Selama 40 Hari yang Disetujui Israel

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.